Orang-Orang yang Menari
PEMBOHONG! Jamin lagi-lagi pergi sendiri. Kali ini lebih pagi. Ia tak membangunkanku yang semalaman asyik tenggelam di halaman-halaman buku. Padahal…
Arsip Cerpen di Indonesia
PEMBOHONG! Jamin lagi-lagi pergi sendiri. Kali ini lebih pagi. Ia tak membangunkanku yang semalaman asyik tenggelam di halaman-halaman buku. Padahal…
ORANG-ORANG memanggilnya Tuan Skaut. Tentu karena jabatannya, schouten (kepala keamanan setara sheriff). Ia tak keberatan dipanggil demikian meski setelah 10…
“Kau yakin dengan keputusanmu? Kalau kau berubah pikiran, masih ada waktu untuk kembali,” kataku sambil menggenggam erat tangannya.
“Ibu! Bapak!” panggil anakku tak terlalu keras disertai pukulan tergesa pada pintu kamar. Ia lakukan secara terus-menerus tanpa jeda. Pintu…
Dari mata ranummu yang basah hujan tambah deras memecah malam yang jalang, menembus kabut yang bimbang. Ngilu dan nyeri menumpuk…
“Bila kau menjadi pengarang, jadilah pengarang yang santun. Kau tak usah ikut-ikutan pengarang yang banyak bicara. Lain yang ditulis, lain…
Pos ronda di Dusun Magersari terlihat sepi. Tepat pukul 22.00 WIB, Jali Lewung berjaga di pos tersebut: berkemul sarung dan…
MUNCAK Ilang salah seorang korban pemelesetan nama yang ada di nagari Mancuang. Nama aslinya ialah Muncak Sabai. Betul indah arti…
Di sudut-sudut paling rimbun kebun tebu milik pabrik gula Mas Kancil Bangil, berkeliaran hantu-hantu dari orang-orang yang mati tidak wajar….
Swara bel ana Stasiun Balapan sore iku ora ing mandege, kaya rasa sumelange Sulipah marang Nardi. Dheweke isih sumelang manawa…
Copyright © 2026 CERPEN.MY.ID