PRIBOEMI; TENTANG CUACA DI LUAR

TENTANG CUACA DI LUAR

.

biarkan dulu cuaca di luar

berganti

atau tetap tak berubah,

setelah itu kita jadwalkan:

kau bersama kekasih dan aku

bawakan bayangmu. ia rapi

tersimpan sejak pertama

kau memanggilku dan kusebut

kekasih untukmu. “tapi kurindu

kau sapa aku kelasi, sebab

aku hanya teman pelayaran ini,” ucapmu

.

kau kekasihku, juga kelasi;

bersama kita isi kitab puisi

hingga warnawarni di langit,

taman kota, pantai, kafe,

bilik-bilik rahasia dari telepon

cerdas ini. entah kau menyelinap

dulu atau aku sudah semayam

lebih lama di sana. menunggu

.

ah! lihat lagi cuaca di luar diri

langit kadang kelam dan terang

jalanan kota yang masih sunyi

orangorang yang berangkat

entah ke mana. pandangan

merunduk

.

hei! mana gubernur kota ini?

.

Isbedy Stiawan ZS lahir dan menetap di Tanjungkarang, Lampung. Buku puisi terbarunya, Kini Aku Sudah Jadi Batu! (2020) dan Belok Kiri Jalan Terus ke Kota Tua (2020). Kini ia sedang menyiapkan trilogi buku puisi bertema kematian, kritik, dan pandemi Covid-19.

Arsip Cerpen di Indonesia