PRIBOEMI; TENTANG CUACA DI LUAR

PRIBOEMI

.

dulu sekali ketika anak-anak

baru saja melihat bendera

berkibar di tiang bambu

depan rumah

lalu memberi hormat. sangat

riang menyanyikan lagu

kebangsaan. ditambah mendengar

suara seseorang yang membacakan

proklamasi dari radio tua

.

tapi keriangan itu tak lama. bambu

sudah patah, bendera itu tak tahu

terselip di lemari. hanya lagu

hanya teks proklamasi disimpan

di kepalanya. ke mana pergi

.

bahkan saat menanti kapal sandar

yang akan membawa ke negeri cina

masih terngiang suara lelaki saat

membacakan teks proklamasi

juga lagu kebangsaan dinyanyikan

kala upacara

.

ingatan pada derap sepatu pasukan

pengibar bendera, langkah serdadu,

dan dentuman meriam. menuntun

upacara

.

hanya ingatan yang menetap di hulu

setelah kapal sandar lalu melepas

jangkar untuk menjauhi pelabuhan ini

akan jadi kenangan. kecuali yang

tersimpan di kepalanya;

.

“sebab aku anak boemipoetera,

priboemi.*) hanya mataku dari

jejak lain. tapi kau saksinya,

lahirku di tanah ini dan minum

dari tanah air ini.”

.

hanya aku terusir

sejarah 1956-an…

.

*) pertama kali pribumisasi digelorakan oleh Assaat Datuk Mudo, Pejabat Presiden Republik Indonesia, ketika berorasi di Kongres Importir Nasional Seluruh Indonesia pada 19 Maret 1956.

 .

Arsip Cerpen di Indonesia