KENANGAN LARA
,
Zaman menuliskan jeritan
di balik akar-akar tunjang
yang membusuk
menumbangkan batang-batang
tempat meringkuk
menghanyutkan rumah-rumah
tempat memanaskan periuk
.
Tak ada yang bisa menahan laju
nafsu manusia menjelajah samudera
seperti tiada cara memaku
mengekang keserakahan
.
Kuburan-kuburan primata di tepi jalan
bangkai-bangkai yang larut dimakan ikan
manusia kehilangan kaki dan tangan
dikunyah buaya kelaparan
.
Para pemuka bersiulan tentang kesabaran
yang terdengar seperti candu
mereka memasukkan amplop ke saku
buat membelikan anak istri pakaian baru
.
Setahun sekali pun
tak ada natal dan lebaran di sana
di kampung kenangan
tinggal segala lara
.
DIKHIANATI
.
Apa yang teringat dari petak-petak
yang digarong pendatang
atau hutan-hutan
yang ditebang perusahaan
dengan pegawai yang berpakaian rapi nan wangi
.
Ah, mirip pula…
sama-sama dikhianati
pemegang tongkat kuasa
di puncak istana yang jauh
suaranya hanya terdengar
sayup di rumah jelata
sekadar tampak noktah
bagi mata kaum melarat
.
Orang-orang vokal
yang belum merasa kenikmatan
getir rum nan harum
menjadi kerbau dungu
pas sudah diupah buat jadi corong
duhai, sampai segitunya mencari duit
tak kuat menahan lapar
.
Mereka…
di seberang rumah-rumah megah itu
yang selokannya meluap
setiap hujan melindap
tak butuh puisi
apalagi janji
.