Oleh Sonny Kelen (Jawa Pos, 30 Oktober 2021)
SUMPAH KAUM BUANGAN
.
Satu
Kami kaum buangan bersumpah
Mencintai tanah air Indonesia hidup semati
Meski suara kami tak didengar berkali-kali
.
Dua
Kami kaum buangan bersumpah
Mengakui Pancasila sebagai payung pemersatu bangsa
Meski kami hidup dalam perbedaan
Tapi mengakui NKRI adalah harga mati
.
Tiga
Kami kaum buangan bersumpah
Mengakui keadilan
Jika para penegak keadilan tak memihak yang beruang
Meski kami selalu kalah dengan yang beruang
.
Empat
Kami kaum buangan bersumpah
Tetap menuntut hak kami
Meski keadilan telah jadi milik penguasa
.
Lima
Kami kaum buangan bersumpah
Mengakui korupsi dan penganiayaan
Adalah cara kerja pemimpin kami
.
Enam
Kami kaum buangan bersumpah
Mengakui kemiskinan dan kemelaratan
Adalah wabah bagi seluruh rakyat Indonesia
Meski kami hidup di negeri yang sehat dan kaya
.
(Nitapleat, 2021)
.
.
.
KEADILAN YANG HILANG
.
Jiwa-jiwa melata
Lelap disabet dingin angin malam
Adalah kaum buangan dari yang beruang
Bersesakan dan muntah-muntah
.
Abu dan debu jalan raya
Asap aspal dan kepulan rokok
Atau suara tawar-menawar barang
Terasa tawar
Ada yang tinggal landas
Yang lain mati dilandas
.
Para buangan yang sudah ditatar moralnya
Berkelahi merebut perhatian di hati orang kaya
Berusaha menjadi kaya di alam raya
.
Ini sekilas Indonesia di usia senja
Entah hidup, entah cinta, entah uang
Yang jelas ada yang tinggal di landas
Yang lain mati dilandas
.
(Nitapleat, 2021)
.
.
.
ELEGI REPUBLIK
.
Ingin kutulis untukmu puisi paling merdu
Semerdu suara burung-burung di lereng gunung
Dan menceritakan untukmu rahasia perjuangan meruncingkan nyala api
Yang membuka jelaga pada langit
Demi kata merdeka yang tiada usai
.
Ingin kunyanyikan untukmu lagu paling merdu
Setiap kali mengingatmu dengan rindu yang baru dan memburu
Ketika tiba hari lahirmu
.
Aku tak tahu dari mana memulainya
Sebab ketika kunyanyikan lagu
Padamu Negeri aku menangis
Padamu Negeri aku berpasrah
Bagimu negeri aku belum merdeka
.
(Nitapleat, 2021)
.
.
.
SONNY KELEN. Lahir di Leworahang, Flores Timur, NTT, 4 Juli 1997. Kini menetap di Unit Nitapleat Ledalero Maumere-NTT.
.
.