Petualangan Suka Ria

Oleh Naning Widiastuti (Suara Merdeka, 23 Januari 2022)

PAK Rahmat, pembina Pramuka SD Menara, mengumumkan delapan kelompok yang akan mengikuti camping di Bukit Sera. Bukit Sera merupakan salah satu area yang biasa dijadikan tempat kegiatan outbond, termasuk untuk berkemah.

Di SD Menara, setiap usai pembagian nilai raport, sekolah mengisi kegiatan dengan camping atau kemah bersama. Momen ini adalah waktu paling ditunggu-tunggu para siswa. Petualangan yang mengasyikkan. Begitu kata mereka. Para siswa pun akan sangat antusias menyambutnya. Begitu pula Bella dan kawan-kawan.

“Kelompok lima, sebagai ketua regu Bella dengan anggota Aldo, Lusi, Omar, dan Sarah. Silakan segera siapkan segala perlengkapan dan naik ke bus untuk bergabung dengan kelompok lain,” seru Pak Rahmat disambut girang oleh Bella dan teman-teman satu regunya.

Setelah semua siswa masuk ke dalam kelompok, bus berangkat menuju perkemahan. Perjalanan menuju Bukit Sera lumayan jauh. Meski demikian, para siswa tetap riang gembira. Apalagi sepanjang perjalanan mereka bernyanyi-nyanyi dan bermain tebakan yang dipandu oleh Pak Rahmat dan empat guru pendamping lainnya.

Setelah melewati jalan berkelok, naik, dan turun, akhirnya bus tiba di kaki Bukit Sera. Perjalanan kurang lebih dua jam. Semua turun dari bus dan harus berjalan kaki menuju tempat perkemahan.

Di area, setiap kelompok sudah diberi lokasi untuk mendirikan tenda. Tanpa menunggu aba-aba, semua siswa langsung sibuk, saling bekerja sama dan berbagi tugas dalam kelompoknya.

Satu jam kemudian, semua tenda telah berdiri. Rapi berjejer. Hufft… lega. Akhirnya selesai juga. Sembari beristirahat dan makan, para pembina menyampaikan tugas kepada masing-masing kelompok yang akan dimulai esok hari.

***

Pagi pun tiba. Petualangan dimulai. Setiap kelompok diberi tugas mencari beberapa jenis tumbuhan. Kelompok yang paling cepat menyelesaikan tugas, maka akan menjadi pemenangnya.

Kelompok Bella mendapat bagian untuk mencari tumbuhan jenis Rane (tumbuhan paku-pakuan). Setelah semua siap dengan bekal dan perlengkapan, pembina memberikan aba-aba keberangkatan. Perjalanan menuju hutan tidak begitu menakutkan, karena dilakukan di siang hari.

“Teman-teman, kita harus tetap bersama ya. Jangan sampai terpisah, supaya tidak saling kehilangan satu sama lain,” ucap Bella memberikan instruksi kepada teman-teman satu kelompoknya.

Mereka lalu berjalan memasuki hutan untuk mencari tumbuhan Rane yang ciri-cirinya sudah ditulis di buku saku, salah satunya daunnya yang masih muda akan menggulung.

Terik matahari begitu menyengat, membuat tenggorokan Bella terasa kering. Beberapa kali Bella dan teman-temannya meneguk air dari botol minum. Sesekali dilihatnya isi air tersebut yang tinggal setengah botol. Perjalanan mencari tumbuhan Rane sudah hampir separo hari, tapi belum juga ditemukan.

“Bella, lihat ini. Ini tumbuhan Rane bukan?” tanya Omar sambil menunjuk salah satu tumbuhan yang ada di dekatnya.

Bella dan teman-teman lainnya menghampiri Omar yang masih mengamati tumbuhan tersebut.

“Sepertinya bukan, memang mirip sih,” kata Sarah.

Bella pun menganggukkan kepala tanda sependapat dengan Sarah. Mereka kembali meneruskan perjalanan untuk mencari tumbuhan Rane.

Hari sudah mulai sore, terlihat matahari berubah warna kuning keemasan.

“Bagaimana kalau kita tidak menemukan tumbuhan itu?” ujar Aldo mulai putus asa.

“Teman-teman kita ke arah pulang saja yuk, sambil lihat sekeliling siapa tahu nanti di perjalanan menemukan tumbuhan Rane,” usul Bella kepada kelompoknya.

“Aku setuju,” jawab Lusi.

Kelima anak tersebut kemudian berputar arah menuju ke perkemahan.

“Loh Aldo mana?” kata Bella setengah panik. Menoleh ke kanan dan kiri, mereka tidak melihat ada Aldo di sekitarnya.

“Tadi ada di sampingku,” sahut Lusi.

“Aldo! Aldo…!!”

Semua berteriak memanggil Aldo.

“Sebelah sini!” tiba-tiba terdengar teriakan Aldo dari kejauhan.

Ternyata Aldo menemukan tumbuhan Rane. Rupanya ia berhenti untuk memotong tumbuhan itu, sehingga tertinggal dari rombongan.

“Wah… syukurlah kita bisa mendapatkan tumbuhan Rane. Yuk kita segera ke perkemahan sebelum petang,” ucap Bella kepada kelompoknya.

Mereka terlihat gembira karena selangkah lagi bisa menyelesaikan misi yang diberikan oleh para pembina. Namun ketika hendak memasuki perkemahan, tiba-tiba Sarah pingsan.

Padahal waktu untuk mengumpulkan tumbuhan tinggal beberapa menit lagi. Bella dan Lusi memapah Sarah menuju ke perkemahan. Sementara Aldo dan Omar membawa ransel Sarah dan barang lainnya.

Dari kejauhan terlihat semua kelompok sudah berkumpul, kecuali kelompok Bella. Sepertinya kelompok Bella akan kehabisan waktu, karena harus memapah Sarah yang pingsan dan sedikit berat. Sementara itu, Omar terlihat kesal karena tidak bisa tepat waktu. Omar menyalahkan Sarah yang pingsan.

Pak Rahmat yang melihat kelompok Bella segera menghampiri dan menolong Sarah yang masih setengah sadar. Sarah dibawa ke tenda ruang P3K.

“Omar, jangan bersedih ini hanya permainan. Kalah atau menang hal biasa,” hibur Bella menenangkan Omar.

“Iya, anggap saja petualangan!” timpal Aldo.

Mendengar ucapan teman-temannya, Omar tercekat.

“Oh… kalian benar. Aku minta maaf teman-teman. Kalah atau menang itu hal biasa. Tapi membantu teman adalah yang utama,” ungkap Omar sadar dan menyesali sikapnya.

“Nah, gitu dong! Kita semua kan teman yang baik,” kata Lusi menambahi sambil menepuk pundak Omar.

Mereka pun tertawa dan melupakan kejadian yang membuat kelompok mereka kalah. Kebersamaan adalah kemenangan sesungguhnya. ***

.

.

Pesan Moral: Bekerja sama untuk mencapai sebuah tujuan adalah kunci dari keberhasilan.

.

Petualangan Suka Ria. Petualangan Suka Ria. Petualangan Suka Ria.

.

Arsip Cerpen di Indonesia