Oleh FX Triyas Hadi Prihantoro (Kedaulatan Rakyat, 26 April 2022)
HAKIKATNYA pendidikan berkembang terus menyesuaikan zamannya. Bekembangnya pendidikan tidak lepas dari perubahan kurikulum yang diterapkan.
Saat ini terjadi perubahan kurikulum yang signifikan melalui program Merdeka Belajar yang digulirkan oleh Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Tekhnologi Nabiel Makarim. Saatnya semua elemen Pendidikan bergerak dengan program ini demi kemajuan pendidikan itu sendiri.
Saat ini guru dapat menentukan sendiri kebutuhan kurikulum sesuai kebutuhan. Kehadiran ‘Merdeka Belajar’ upaya memerdekakan pendidikan, ide, gagasan pemikiran sebagai penerus bangsa.
Harapannya pemikiran generasi muda merdeka dalam mendapatkan ekonomi yang lebih baik. Memerdekakan kesempatan ekonomi pada saat anak-anak keluar sekolah dan memasuki dunia kerja, serta kemerdekaan guru dalam melakukan inovasi (hal 4).
.
Judul Buku : Merdeka Belajar dan Implementasinya
Penulis : Ana Widyastuti, M.Pd. Kons.
Penerbit : PT Elex Media Komputindo
Cetakan : Februari 2022
Tebal : 224 halaman, vii halaman
ISBN : 978-623-00-3082-6
.
Buku yang ditulis seorang guru dan juga dosen, Ana Widyastuti, menjadikan sebuah pengalaman riil yang sarat dalam penerapan (implementasi). Buku yang mengupas tuntas konsep merdeka belajar beserta implemantasinya dalam kegiatan belajar mengajar sehingga tercipta kondisi merdeka balajar yang membahagiakan semua pihak.
Di sini bebas berinovasi untuk mencapai tujuan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran aktif sampai suka melakukan eksperiman. Ada tujuh bab yang ditawarkan dalam buku ‘Merdeka Belajar dan Implementasinya’.
Mulai dari merdeka belajar, guru dan siswa merdeka belajar, model pembelajaran inovatif dalam merdeka belajar, implementasi merdeka belajar, merdeka belajar dalam pendidikan anak usia dini (PAUD), kampus merdeka belajar, dan kurikulum paradigma baru tahun 2022.
Melalui bacaan di dalam buku ini dapat membuka cakrawala dunia Pendidikan 4.0 era sekarang.
Konsep merdeka belajar juga terinspirasi semboyan Ki Hajar Dewantara ‘Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Magun Karsa, Tut Wuri Handayani. Di mana seorang guru saat di depan memberi contoh, di tengah menyemangat dengan prakarsa serta ide, dan selalu memberi dorongan dan arahan saat di belakang.
Di sini merdeka belajar dapat disebut among dengan menitikberatkan pada potensi dan bakat peserta didik sesuai potensi masing-masing. Karena peserta didik sebagai makhluk yang memiliki daya jiwa yaitu cipta, karya, dan karsa (hal 124).
Melalui literasi buku ini akan diharapkan akan terjadi kolaboratif efektif dalam kegiatan belajar mengajar. Merupakan kiat-kiat dalam menerapkan proses karena semua berjalan sesuai dengan kebutuhan dan tujuan.
Sebagai tenaga pendidik guru senantiasa dapat meningkatkan kinerja dan kreativitasnya secara optimal melalui fasilitas digital yang memadai.
Semoga! ***
.
.
*) FX Triyas Hadi Prihantoro, guru SMP Pangudi Luhur Domenico Savio Semarang
.
Penerapan Program Merdeka Belajar. Penerapan Program Merdeka Belajar.