Puisi-puisi Naning Scheid (Kedaulatan Rakyat, 10 Juni 2022)
LARUNG
.
Seperti air bandang melarung daun,
seperti itu mimpiku hanyut
mengambang tiada arah
terdampar di senyap sudut
.
Pada airmu, kuteguk asin kekecewaan
hasrat yang pernah muncrat
hanya sekelebat nikmat:
cinta kugadang, cinta menghilang
.
Waktu membusuk, aku melapuk
O, secepat itu aku kuyup,
secepat itu cintamu redup
.
Kini aku daun mati
dan pada palung laut
aku mengubur diri.
.
Brussel, Mei 2022
.
.
.
BILA KAUMAU, AKU BISA
.
Bila kaumau, aku bisa menjadi tanah,
menyerap airmu
menumbuh pohon & buah
.
Bila kaumau, aku bisa menjadi kayu
demi apimu
menjelma abu & debu
.
Bila kaumau, aku bisa menjadi air / udara
bulan / galaksi / planet / matahari
rumah / ranjang / melodi / puisi
.
Bila kaumau, aku bisa menjadi apa saja!
Tapi, bila kautakmau
: aku bisa apa?
.
Brussel, Mei 2022
.
.
.
YANG TERKUTUK
.
Malaikat telah pergi.
Meninggalkanku di pinggir pantai janji surgawi
aku sekarat
sendiri.
.
“O, beri aku cahaya, beri aku aroma surga,
beri aku gema illahi, beri aku cinta!”
tapi
takada yang mendengar,
takada yang peduli.
.
Seperti itu pula kau
yang larut dalam keagunganmu
terlalu kudus
terlalu mulia
untuk menerima
ketulusan cinta
dari Iblis sepertiku.
.
Lalu dengan mulut sucimu
: kauludahi persembahanku!
.
Brussel, Mei 2022
.
.
.
BIARKAN AKU MENCINTAIMU SEPERTI PECUNDANG
.
Biarkan aku mencintaimu seperti pecundang
dengan kebisuan yang diucap sunyi kepada ruang
yang menjadikannya hampa
.
Biarkan aku mencintaimu seperti pecundang
dengan isyarat yang disampaikan nyala
kepada angin
yang membuatnya padam
.
Biarkan aku mencintaimu seperti pecundang
dengan hasrat yang diungkap bebatuan
kepada ombak
yang menjadikannya pasir
.
Seperti pecundang, biarkan aku menyetubuhi delusi,
membangun kuil kesenyapan bertahta kemandulan cinta,
tempat keheninganku padamu
: kekal selamanya!
.
Brussel, Mei 2022
.
.
*) Naning Scheid, lahir di Semarang, 5 Juni. Penulis, penerjemah, dan pemain teater berkebangsaan Indonesia yang menetap di Brussel, Belgia. Aktif dalam kegiatan sosial kemanusiaan di Belgia dan beberapa komunitas sastra di Indonesia. Bukunya: ‘Melankolia – Puisi dalam Lima Bahasa’ (2020), ‘Novela Miss Gawky’ (2020), ‘Fable Jean de La Fontaine: Edisi Dua Bahasa Prancis-Indonesia’(2021), segera terbit: ‘Les Fleurs du Mal: Edisi Dua Bahasa Prancis-Indonesia’(2022), ‘Bunga-Bunga Iblis’ (2022), ‘Mengurai Les Fleurs du Mal karya Charles Baudelaire’ (2022). Karyanya berupa puisi, cerpen, dan esai terbit di media cetak dan daring.
.
.