Oleh Udana Maajid Pratista (Kedaulatan Rakyat, 07 Oktober 2018)

Dulu..
Setiap aku bangun pagi aku takuuuut
Takut bertemu orang baru
Takut bertemu orang yang bicara apa aku tak tahu
Tapi….
Hari ini aku merasa senang
Aku bangun dengan ucapan
Selamat pagi dunia
Pagi ini ibu menyapaku dengan senyum di ujung bibir
Menanyakan apa yang aku mau untuk sarapan pagi
Bukan dengan gerakan mulut yang aku tidak mengerti
Tapi dengan tangannya ibu berbicara dan dalam mataku aku menangkap arti
Hari ini begitu indah buatku
Baca juga: Waktu yang Berujung – Oleh Farrin Arezvan (Pikiran Rakyat, 16 September 2018)
Ya…
Aku tuli
Aku bisa saja menangkap gerak bibir mereka
Aku bisa saja berkata-kata seperti mereka
Tapi aku tidak mau
Itu tidak seperti aku
Aku berbicara dengan tangan
Dan mendengar dengan mata
Itulah bahasaku bahasa isyarat
Baca juga: Kucingku – Oleh Azalea Rizhan Kaylila (Kedaulatan Rakyat, 07 Oktober 2018)
Dunia ini begitu luas
Aku percaya itu
Aku ingin seperti kak Laura bisa 10 bahasa
Aku ingin seperti kak Phieter yang memperjuangkan akses pendidikan anak-anak tuli
Aku ingin seperti kak Surya bisa kuliah sampai di luar negeri
Aku ingin seperti mereka
Bisa menembus batas di dunia internasional
Baca juga: Jagung – Oleh Rassya (Suara Merdeka, 07 Oktober 2018)
Aku tidak boleh lemah
Aku tidak boleh malas
Aku harus bersemangat
Aku harus belajar dari sekarang
Hari ini
Mulai detik ini
Ya mulai sekarang
Di 2018
Selamat Hari Bahasa Isyarat Internasional 2018
Udana Maajid Pratista (13 tahun) Kelas 5 SLB B Karnamanohara Yogya Karya Udana dan Ibu