MANUSIA BELANG

Puisi Moh Rofqil Bazikh dan Novan Leany (Koran Tempo, 05 Desember 2021)

MANUSIA BELANG

.

kaukatakan kutukan bangkit dan menjurus ke tubuh kita, warna putih di paha

—sebagian besar tubuh yang lain juga dengan bercak putih presisi

sementara orang-orang mendekat dan mengetukkan sesuatu di kuping

ini menjenuhkan dan lebih sering membosankan:

“belang, belang, belang!”

.

tetapi dada kiri kita telah menemui pemiliknya, katamu

dewata berdiam di sana, senantiasa melindungi kita

dari laju musim yang mengkilat—dan memang lebih lesat

dari maha cepat di dunia ini

.

sementara kematian akan lebih lekas mendekat

manakala hitungan keluarga kita menjadi genap

“kita harus bersiasat demi adegan ranjang, atas

nama angka ganjil yang akan mengisi bola pakka

.

mantra-mantra dikirim ke udara sebagai penawar

kecemasan yang berhari-hari mengurung amma

derai-derai kengerian terus bermunculan

—sepanjang persalinan, kusebut angka ganjil

kematian akan mijil lalu membalikkan badan

.

Yogyakarta, 2021

.

.

.

Moh Rofqil Bazikh adalah mahasiswa Perbandingan Mazhab Fakultas Hukum dan Syariah UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta. Bisa dijumpai di Garawiksa Institute.

.

.

.

TEPIAN PERTEMPURAN AWANG LONG

                                                           : 1884

.

Lantaran masih terbawa

bau karat pedang

ke pinggang kota ini,

sebagai lintasan maut prajuritmu

yang belikatnya ditumbuk

ujung bedil Letnan Hooft

.

Awang Long,

ini tahun 1884

saat serdadu Eropa berdatangan

seperti tempakul bersijingkat

melumat-lumat lumut

rangka batang

tempat kawanan berak

juga cuci baju

.

Murray yang mampir di bandar

acap bertunas, seolah takdir

dapat tertancap

di dada saudaramu,

maka tebang kami

Raja Saleh, jikalau hidup

hanya untuk sekantong logam

.

Sebagaimana jam tidur yang terbalik

ini kurun paling kami sesali

sebab kena kibuli berkali-kali

dan di pelabuhan,

kapal-kapal Belgia

umpat menabur mimpi

O abah dan mama

terik makin mengancam

pekerja paksa

seperti iwak karing,

dan jangan ini terompah

ditukar dengan peluru<

.

Tunggu aku,

duhai Ario Senopati

meriam telah tergenggam

dan kali ini, tak aku biarkan

langit menerjemahkan gerimis

sebagai darah dan rasa malu

yang melumuri bibir tombak

terus mengintai satu jengkal

antara batang leher

.

2021

.

.

.

Novan Leany lahir di Samarinda, 28 November 1997. Buku puisinya, Eufolina (2019). Pegiat di komunitas TerAksara ini sedang studi S2 psikologi di Yogyakarta.

.

MANUSIA BELANG.

Arsip Cerpen di Indonesia