BARANGKALI
.
Barangkali mencintaimu adalah alasan
Kemarau di tubuhku selesai
.
Daun-daun waktu telah gugur
Jatuh di kepala yang rumputnya
Memutih perlahan dan sengaja
.
Jarak tidak boleh menang saat malam tiba
Cinta harus tetap berkobar,
Kangen selalu senantiasa berdebar
.
Meski jauh dimata, rinduku
Nekat di doa
.
Cikarang, 2021
.
.
.
LAGU ANAK-ANAK
.
Tik… tik.. tik
Bunyi rindu di atas genting
Hujannya turun tidak terkira
Cobalah tengok di sekeliling sana
Sajadah dan doa, basah
Semua.
.
Cikarang, 2021
.
.
.
BUKU BAJAKAN
.
Di lapak buku bajakan, penyair
Menghitung mata airnya yang
Rontok di sepanjang jalan.
.
Hari ini ia pulang dengan
Menundukan kepala dan
Mengheningkan cipta.
.
Eh, kang Mas sudah pulang
Jadi, hari ini kita masak
royalti?
.
Cikarang, 2021
.
.
.
SAJAK TOILET UMUM
.
Kencing 1000
Buang Air Besar 2000
Mandi 5000
I Love You 3000
.
Cikarang, 2021
.
.
.
PEKERJA KANTORAN
.
Ia membangunkan matahari yang
Masih kedinginan di ranjangnya
Memanaskan motor, menyiapkan
Sarapan, melangitkan harapan
.
Pada kepulangannya, ia diantar
Bulan dan hujan menuju beranda
Yang sudah hangat dan harum
Wangi teh buatan istrinya
.
Cikarang, 2021
.
.
.
RADITYA ANDUNG SUSANTO, penyair kelahiran Bumiayu Brebes. Sedang menyelesaikan studinya di Cikarang, Bekasi. Buku pertamanya berjudul Sorai (2019).
.