Category: Martin Aleida

Lelakiku

 redaksicerpen  Sunday, 08 June 2025  0 Comments on Lelakiku

Cerpen Martin Aleida (Kompas, 08 Juni 2025) AKU tak tahu apa niat Mbah membujuk kami menginap di rumahnya. Apakah dia…

Perkenalkan, Uno

 redaksicerpen  Sunday, 05 January 2025  0 Comments on Perkenalkan, Uno

Cerpen Martin Aleida (Kompas, 05 Januari 2025) “SELAMAT datang. Mari menderita. Jika sudah berada di luar organisasi ini, apa pun…

Kebaya Merah di Tebing Kanal

 redaksicerpen  Sunday, 18 June 2023  0 Comments on Kebaya Merah di Tebing Kanal

Cerpen Martin Aleida (Kompas, 18 Juni 2023) BERULANG kali. Tak terhitung. “Mas..,” bujuknya. Suaranya gemetar terpantul dari jendela kaca. Aku…

Kesaksian Ganja Kering, Basah Air Mata

 redaksicerpen  Tuesday, 16 August 2022  0 Comments on Kesaksian Ganja Kering, Basah Air Mata

Cerpen Martin Aleida (Kompas, 05 Oktober 2003) SEPERTI diterjang angin puyuh, aku tercabik dari rangkaian utuh jari daunku. Tak terlihat…

3033

 redaksicerpen  Wednesday, 27 July 2022  0 Comments on 3033

Cerpen Martin Aleida (Kompas, 22 Juni 2003) KATA-KATA tak berdaya untuk melukiskan betapa buruknya nasib penjudi togel yang satu ini….

Anak Ayam pada Awalnya

 redaksicerpen  Sunday, 03 July 2022  0 Comments on Anak Ayam pada Awalnya

Cerpen Martin Aleida (Kompas, 03 Juli 2022) SUDAH tua begini. Kaki tinggal setungkai. Ku tak tahu bagaimana aku akan mati….

“Aku Ngenteni Tekamu…”

 redaksicerpen  Sunday, 31 January 2021  2 Comments on “Aku Ngenteni Tekamu…”

Cerpen Martin Aleida (Kompas, 31 Januari 2021) JODOH tidak buta. Tak pernah membuat majal kelembutan hati Ratih Sukowati. Malah memperkaya…

Tak Ada Jalan Balik ke Buru

 redaksicerpen  Sunday, 20 September 2020  0 Comments on Tak Ada Jalan Balik ke Buru

Cerpen Martin Aleida (Kompas, 20 September 2020) RUMAH ini sudah jompo, sejompo-jomponya. Tinggal Surti yang tersisa. Perempuan yang lebih tua…

Malaikat dan Sepasang Jenazah di Tepi Danau

 redaksicerpen  Sunday, 14 July 2019  0 Comments on Malaikat dan Sepasang Jenazah di Tepi Danau

Cerpen Martin Aleida (Kompas, 14 Juli 2019) SELEPAS latihan biola, hendak pulang, aku menunggu bus Transjakarta. Bangku termenung di halte…

Segulung Kertas Kecil di Ubi Rebus

 redaksicerpen  Sunday, 21 October 2018  0 Comments on Segulung Kertas Kecil di Ubi Rebus

Cerpen Martin Aleida (Kompas, 21 Oktober 2018) DIA duduk mencangkung di pelataran kamp itu. Bersama puluhan tahanan lain. Menunggu pembebasan….