Ziarah Kepayang
Cerpen Martin Aleida (Kompas, 18 Februari 2018) LIMA puluh tahun…! Rentang waktu sepanjang itu tak membawa perubahan di sini. Jembatan…
Arsip Cerpen di Indonesia
Cerpen Martin Aleida (Kompas, 18 Februari 2018) LIMA puluh tahun…! Rentang waktu sepanjang itu tak membawa perubahan di sini. Jembatan…
Cerpen Martin Aleida (Kompas, 21 Mei 2017) FEBRI yang baik, Pelupuk mataku hangat. Basah hidungku. Kau bilang aku tak peka….
Cerpen Martin Aleida (Kompas, 19 Juni 2016) HATIKU teduh. Dia kelihatan tenang. Cuma matanya saja yang terus memandangiku dengan ganjil….
“Dreilandpunkt. Drielandpunt. Aux Trois Bornes.” Dengan lafal yang ganjil, aku terbata-bata membacakan kata-kata yang terpatri di semacam koin berbentuk lonjong…
Las, Sesungguhnya aku ingin tak henti-hentinya menulis kepadamu, tetapi kalaupun yang ini menjadi penutup tumpukan surat-surat kita sejak lima puluh…
QUEENARAKU, kuingat benar. Jauh sebelum Ibu-Bapakmu memperkenalkan dunia luar dengan mendaftarkanmu ke playgroup, berkali-kali kau memintaku lagi untuk mendongeng. Kau…
Cerpen Martin Aleida (Kompas, 12 Februari 2012) PUCUK cemara sudah merunduk menyongsong malam. Yang menunggu penjemputan sudah meninggalkan pekarangan dengan…
TAK pernah kami perkatakan bagaimana nanti kami menjemput ajal. Kami sadar, pertanyaan itu di luar jangkauan kodrat kami untuk menjawabnya….
SUDAH enam puluh tahun hariara itu tegak di pekarangan belakang sekolah itu. Walau usia sudah mengelupas kulit batangnya, namun dia…
| M | T | W | T | F | S | S |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | ||
| 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 |
| 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 |
| 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 |
| 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | ||
Copyright © 2026 CERPEN.MY.ID