Category: Sule Subaweh

Bingkai Kehilangan

 redaksicerpen  Sunday, 13 August 2023  0 Comments on Bingkai Kehilangan

Cerpen Sule Subaweh (Suara Merdeka, 13 Agustus 2023) RUANG itu berubah sangat tergesa-gesa. Ini kesekian kali Narsih mencoba menata ruang-ruang…

Frame Kematian

 redaksicerpen  Saturday, 03 December 2022  0 Comments on Frame Kematian

Cerpen Sule Subaweh (Suara Merdeka, 20 November 2022) TEMPIAS air Sungai Selopamioro yang mengular mengenai wajah Arif yang murung dan…

Wangi Baju Koko

 redaksicerpen  Friday, 29 July 2022  0 Comments on Wangi Baju Koko

Cerpen Sule Subaweh (Radar Mojokerto, 17 Juli 2022) DENGAN tangan gemetar Dullatip mulai menyentuh baju koko kesayangan almarhum bapaknya. Dari…

Tamu Masa Lalu (2)

 redaksicerpen  Monday, 11 July 2022  0 Comments on Tamu Masa Lalu (2)

Cerpen Sule Subaweh (Rakyat Sultra, 11 Juli 2022) SEHARUSNYA aku yang lebih dulu menemukanmu, tetapi Aris datang sangat mengejutkan. Ia…

Wajah Wasiat

 redaksicerpen  Sunday, 28 March 2021  0 Comments on Wajah Wasiat

Di samping tubuh Nenek Wo yang kaku, istriku, Nisa, menangis sesenggukan. Dia hampir tak bisa berkata-kata. Tangisnya mengambil alih semua…

Kalender Terakhir

 redaksicerpen  Sunday, 06 January 2019  0 Comments on Kalender Terakhir

Cerpen Sule Subaweh (Kedaulatan Rakyat, 06 Januari 2019) “KURANG lebih ada dua puluh tiga angka yang merah di kalender tahun…

Pesan Kematian

 redaksicerpen  Sunday, 01 July 2018  0 Comments on Pesan Kematian

Cerpen Sule Subaweh (Suara Merdeka, 01 Juli 2018) “Apa pendapatmu jika aku ingin mati muda?” Suatu pagi kau tiba-tiba bertanya…

Tangis Api

 redaksicerpen  Sunday, 22 October 2017  0 Comments on Tangis Api

Cerpen Sule Subaweh (Kedaulatan Rakyat, 22 Desember 2017) SARINAH terus menahan air mata melihat gundukan batu yang kini pecah berkeping-keping,…

Ayat-Ayat yang Menangis

 redaksicerpen  Sunday, 21 June 2015  0 Comments on Ayat-Ayat yang Menangis

Cerpen Sule Subaweh (Republika, 21 Juni 2015) Laki-laki itu menangis, di tangannya Alquran terbelah menjadi dua. Dia menunduk seperti mengeja…

Gizli

 redaksicerpen  Sunday, 22 December 2013  0 Comments on Gizli

Dia mencaci maki diri sendiri, lalu berdiam diri pada hembusan sunyi. Angin, dentaman ombak dan gesekan pohonan melempar angan-angannya ke…