Category: Emha Ainun Nadjib

Lelaki ke-1000 di Ranjangku

 redaksicerpen  Sunday, 26 December 1982  0 Comments on Lelaki ke-1000 di Ranjangku

Cerpen Emha Ainun Nadjib LELAKI pertama yang meniduriku adalah suamiku sendiri dan lelaki yang mencampakkanku ke lelaki kedua adalah suamiku…

Domino

 redaksicerpen  Sunday, 24 October 1982  0 Comments on Domino

Cerpen Emha Ainun Nadjib (Zaman, 24 Oktober 1982) SEBENARNYA belum puas kami bermain domino—apa yang lebih nikmat dari permainan domino…

Yang Terhormat Nama Saya

 redaksicerpen  Sunday, 05 October 1980  0 Comments on Yang Terhormat Nama Saya

Cerpen Emha Ainun Nadjib (Kompas, 05 Oktober 1980) KATA seorang teman saya yang suka berlagak-laku seperti Nabi yang tahu segala…

BH

 redaksicerpen  Sunday, 15 June 1980  0 Comments on BH

Cerpen Emha Ainun Nadjib (Majalah Horison No 06 Th XV Juni 1980) “BENAR lho, Mas, jangan melihat ke sini dulu!”…

Kepala Kampung

 redaksicerpen  Monday, 15 October 1979  0 Comments on Kepala Kampung

Cerpen Emha Ainun Nadjib (Horison Nomor 10 Tahun XIV, Oktober 1979) SUDAH selayaknya kalau orang yang paling kuat seperti aku…

Satu Truk Pasir

 redaksicerpen  Sunday, 17 June 1979  0 Comments on Satu Truk Pasir

Cerpen Emha Ainun Nadjib (Kompas, 17 Juni 1979) HIDUP ini haruslah penuh gengsi. Sebab pada gengsilah terletak harga diri. Dan…

Terjerembab di Bumi

 redaksicerpen  Sunday, 22 April 1979  0 Comments on Terjerembab di Bumi

Cerpen Emha Ainun Nadjib (Sinar Harapan, 22 April 1979) KARMAN amat sibuk di depan kaca. Setelah mandi begitu lama, bersiul-siul,…