Segara
Cerpen Fandrik Ahmad (Nova 1353/XXVI 27 Januari-02 Februari 2014) COBALAH kau berdiri di bibir pantai ketika muka langit merona jingga….
Arsip Cerpen di Indonesia
Cerpen Fandrik Ahmad (Nova 1353/XXVI 27 Januari-02 Februari 2014) COBALAH kau berdiri di bibir pantai ketika muka langit merona jingga….
Cerpen Fandrik Ahmad (Kompas, 09 Agustus 2020) TAK ada kesunyian yang lebih sunyi selain mati bersamaku. Kematian tanpa iringan pelayat….
Cerpen Fandrik Ahmad (Kompas, 15 Juli 2018) IA berpesan, jangan dikubur di tanah wakaf. Sebagaimana kata wakaf, siapa pun boleh…
Percayakah kawan, setiap malam pasca menikah, dengan siapa pun, suami saya berubah menjadi binatang. Kadang serigala, harimau, singa, kadang pula…
KABAR kematiannya menyebar sangat cepat, seperti angin yang berbuah badai dan merontokkan dedaunan. Barangkali kabar kematian tak secepat itu jika…
Cerpen Fandrik Ahmad (Republika, 30 November 2014) Putik kemboja mekar. Aromanya menggoda. Arini menemukan kesempurnaan pada putik itu. Sesekali ia…
Cerpen Fandrik Ahmad (Republika, 29 Juni 2014) Undangan dari Taris kudekap. Wewangian menguap dari kertas itu. Sungguh tak asing, aroma…
Cerpen Fandrik Ahmad (Suara Merdeka, 02 Februari 2014) KABAR itu tersiar cepat, seperti sambaran petir. Bergemuruh dari telinga ke telinga….
Cerpen Fandrik Ahmad (Republika, 07 Juli 2013) Sepulang dari Tanah Suci, Haji Kamil kerap terlihat di masjid. Tak sulit mencarinya…
Cerpen Fandrik Ahmad (Suara Merdeka, 07 April 2013) NAMANYA Siti. Bila fajar merekah, ia menuruni Bukit Payudan menuju sebuah sumber…
| M | T | W | T | F | S | S |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 |
| 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 |
| 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 |
| 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 |
| 29 | 30 | |||||
Copyright © 2026 CERPEN.MY.ID