Satu Truk Pasir
Cerpen Emha Ainun Nadjib (Kompas, 17 Juni 1979) HIDUP ini haruslah penuh gengsi. Sebab pada gengsilah terletak harga diri. Dan…
Arsip Cerpen di Indonesia
Cerpen Emha Ainun Nadjib (Kompas, 17 Juni 1979) HIDUP ini haruslah penuh gengsi. Sebab pada gengsilah terletak harga diri. Dan…
Cerpen Seno Gumira Ajidarma (Kompas, 19 November 1978) IA sudah siap untuk mati. Ibarat kata sebelah kakinya sudah berada di…
Cerpen Seno Gumira Ajidarma (Kompas, 22 Oktober 1978) SEORANG pengarang cerita-cerita detektif (pensiunan intel Melayu yang sangat dibenci oleh bandit-bandit)…
Cerpen Seno Gumira Ajidarma (Kompas, 14 Januari 1978) LELAKI itu tidak bisa tidur. Malam terlalu larut, udara lebih dingin, tetapi…
Cerpen Idrus Ismail (Kompas, 15 Juni 1971) TIAP mulut tiba-tiba terkatup dan setelah sejenak menyimak, semua kepala berpaling mengikuti arah…
Cerpen Suparto Brata (Kompas, 05 Juni 1971) AKU sebenarnya enggan ikut ibu. Bayangkan, ibu sendiri belum pernah pergi ke Surabaya….
Cerpen Putu Wijaya (Kompas, 23 Desember 1970) YANG telah mengganggu pikiran saya sejak lima puluh tahun telah tertuang dalam dirinya….
Cerpen Marga T (Kompas, 28 November 1970) KALAU aku kebetulan datang pagi dan dosen kebetulan belum datang, dan Sri juga…
Cerpen Junus Mukri Adi (Kompas, 27 Agustus 1970) TEMBAKAN itu hanya menggema. Dipantulkan pokok-pokok jati yang tegak lurus ke langit….
Cerpen Gerson Poyk (Kompas, 19 Mei 1970) KEDUA orang setengah baya itu bertemu dalam irama walsa. Sudahlah tentu partner yang…
| M | T | W | T | F | S | S |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | 2 | 3 | ||||
| 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 |
| 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 |
| 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 |
| 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 |
Copyright © 2026 CERPEN.MY.ID