Category: Ni Komang Ariani

Mata-mata di Kepala

 redaksicerpen  Sunday, 25 May 2025  0 Comments on Mata-mata di Kepala

Cerpen Ni Komang Ariani (Kompas, 25 Mei 2025) TANPA harus dijelaskan, aku sudah paham. Sore itu, sehabis mandi dan rambutku…

Orang-orang Aneh dari Selatan

 redaksicerpen  Sunday, 13 October 2024  0 Comments on Orang-orang Aneh dari Selatan

Cerpen Ni Komang Ariani (Kompas, 13 Oktober 2024) AKU melihat orang-orang berdatangan dari Selatan. Mereka datang dalam rombongan-rombongan kecil. Orang-orang…

Ramuan Pahit dan Pertarungan Pamungkas

 redaksicerpen  Sunday, 12 March 2023  0 Comments on Ramuan Pahit dan Pertarungan Pamungkas

Cerpen Ni Komang Ariani (Kompas, 12 Maret 2023) AKU merasakan sengatan ringan, ketika telapak tanganku menyentuh tangan perempuan tua itu….

Kantor

 redaksicerpen  Tuesday, 20 December 2022  0 Comments on Kantor

Cerpen Ni Komang Ariani (Nova 1356/XXVI 17-23 Februari 2014) APAKAH sebuah pekerjaan bisa membunuhmu?

Kegemparan di Kota Zo

 redaksicerpen  Sunday, 13 March 2022  0 Comments on Kegemparan di Kota Zo

Cerpen Ni Komang Ariani (Kompas, 13 Maret 2022) KEMATIAN-KEMATIAN misterius mengguncangkan kedamaian di kota Zo. Kematian yang datang kali ini…

Perjalanan ke Kota Angin

 redaksicerpen  Saturday, 09 October 2021  0 Comments on Perjalanan ke Kota Angin

Cerpen Ni Komang Ariani (Jawa Pos, 09 Oktober 2021) AKU masih ingat pada suatu malam, ketika istriku menghilang dari sisi…

Pertemuan Ketut Rapti dengan Wari

 redaksicerpen  Sunday, 27 June 2021  1 Comment on Pertemuan Ketut Rapti dengan Wari

Cerpen Ni Komang Ariani (Kompas, 27 Juni 2021) AKU tidak bisa membayangkan, keanehan macam apa yang bakal terjadi di kampung…

Sekuntum Bunga Marigold dari Chiang Mai

 redaksicerpen  Sunday, 13 January 2019  0 Comments on Sekuntum Bunga Marigold dari Chiang Mai

Cerpen Ni Komang Ariani (Kompas, 13 Januari 2019) MIMPI yang berulang. Bunga Marigold. Candi-candi keemasan berubah warna menjadi merah. Patung…

Perempuan Berambut Api

 redaksicerpen  Sunday, 12 November 2017  0 Comments on Perempuan Berambut Api

Dosa terbesar saya hari ini adalah karena saya telah membiarkan rambut saya tergerai. Orang-orang memandang saya dengan kebencian yang tidak…