Protes
Cerpen Putu Wijaya (Kompas, 23 November 2014) ORANG kaya di ujung jalan itu jadi bahan gunjingan. Masyarakat gelisah. Pasalnya, ia…
Arsip Cerpen di Indonesia
Mendapat pendidikan di Sekolah Rakyat I Tabanan, SMP Negeri Tabanan, SMA Negeri Singaraja, Fakultas Hukum Universitas Gajah Mada (tamat Jurusan Perdata pada 1969), Asdrafi (3 tahun), dan ASRI (1 tahun).
Hijrah ke Jakarta tahun 1969. Bersama istrinya, Dewi Pramunawaty, kini tinggal di kompleks perumahan Sunter Mas, Sunter.
Putu menulis sejak SMP. Tulisan pertamanya sebuah cerita pendek berjudul “Etsa” dimuat di harian Suluh Indonesia, Bali. Pertama kali main drama ketika di SMA, memainkan naskah “Badak” (Anton Chekov) dengan sutradara Kirjomulyo.
Selanjutnya, menulis, memainkan sendiri, dan menyutradarai drama dengan kelompok yang didirikannya sendiri di Yogya.
Ikut Bengkel Teater 1967-1969. Kemudian bergabung dengan Teater Kecil di Jakarta. Sempat main satu kali dalam pementasan Teater Populer.
Mendirikan Teater Mandiri pada tahun 1971 dengan konsep “Bertolak Dari yang Ada”, menyelenggarakan pertunjukan setiap tahun di TIM dan kemudian GKJ, dengan target untuk menciptakan “teror mental”.
Putu Wijaya pernah bekerja sebagai redaktur di majalah Ekspres, Tempo (1971-1979) dan redaktur pelaksana majalah Zaman (1979-1985).
Pernah hidup selama 7 bulan dalam masyarakat komunal Ittoen di Kyoto, yang memberikannya semprotan “kerja sebagai ibadah”.
Mengikuti International Writing Program selama 8 bulan di Iowa, Amerika Serikat; bermain dalam Festival Teater Nancy, Prancis; dan kembali ke Amerika pada 1985-1988 sebagai dosen/sutradara tamu atas undangan Fulbright.
Putu mementaskan naskah Gerr (GEEZ) dan Aum (ROAR) di Madison, Connecticut dan di LaMama, New York City. Kemudian pada 1991, sebagai bagian dari KIAS, membawa Teater Mandiri dengan pertunjukan YEL keliling Amerika.
Pada tahun 1991-1992, mendapat professional fellowship dari The Japan Foundation, untuk menulis novel, di Kyoto, sekaligus sebagai tamu di CSEAS, Universitas Kyoto.
Mendirikan Putu Wijaya Mandiri Production, untuk pembuatan sinetron di televisi. Produksi pertamanya “Dukun Palsu” (13 episode) tayang di SCTV.
Sebagai penulis skenario dan sutradara, Putu sudah menyutradai serial sinetron: PAS (52 episode), None (39 episode), Warteg (20 episode) dan Jari-jari Cinta. Telah menyutradarai 3 buah film untuk layar putih yaitu Cas-Cis-Cus, Zig-Zag, dan Plong.
Penghargaan yang pernah diterimanya antara lain SEA Write Award di Bangkok, (1980), 3 piala Citra di Festival Film Indonesia untuk skenario film Perawan Desa (1980), Kembang Kertas, dan Ramadhan dan Ramona (1993), serta Anugerah Seni dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (1991).
Sejumlah karyanya sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Belanda, Inggris, Rusia, Prancis, Jerman, Jepang, Arab dan Thai.
Bibliografi
Drama
Monolog
Novel
Esai
Kumpulan cerpen
Lebih dari 500 cerpen, antara lain terkumpul dalam:
Cerpen Putu Wijaya (Kompas, 23 November 2014) ORANG kaya di ujung jalan itu jadi bahan gunjingan. Masyarakat gelisah. Pasalnya, ia…
Cerpen Putu Wijaya (Kompas, 20 Oktober 2013) DAN Lebaran pun datang lagi. Persoalannya belum bergerak. Harga kebutuhan pokok naik. Masyarakat…
Cerpen Putu Wijaya (Jawa Pos, 07 Oktober 2012) ADA suatu masa, ada saat banyak pedagang es pudeng dari Jawa berkeliaran…
Cerpen Putu Wijaya (Kompas, 17 Juli 2011) (Buat GM) AKU menunggu setengah jam sampai toko bunga itu buka. Tapi satu…
Cerpen Putu Wijaya (Suara Merdeka, 06 Maret 2011) SEORANG warga memelihara hantu di rumahnya. Berita itu mula-mula menjadi bahan tertawaan….
Cerpen Putu Wijaya (Jawa Pos, 16 Januari 2011) “AKHIR tahun membawa banyak hal yang sama. Misalnya harapan bahwa tahun mendatang…
Cerpen Putu Wijaya (Jawa Pos, 19 September 2010) PADA hari raya Idul Fitri muncul tamu yang tak dikenal di rumahku….
Cerpen Putu Wijaya (Jawa Pos, 29 Agustus 2010) MENJELANG pertempuran terakhir yang menentukan, kami semua, para prajurit, bersiap. Mengumpulkan tenaga,…
Cerpen Putu Wijaya (Suara Merdeka, 25 Juli 2010) AKU merayakan kemenangan Spanyol dengan membeli sebuah bola. Dengan bangga kuserahkan bola…
Cerpen Putu Wijaya (Jawa Pos, 27 Juni 2010) MEMANDANGI koran, melahap foto doktor termuda Indonesia I Gusti Ayu Diah Werdhi…
| M | T | W | T | F | S | S |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | 2 | |||||
| 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 |
| 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 |
| 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 |
| 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 |
| 31 | ||||||
Copyright © 2026 CERPEN.MY.ID