Sekantong Wajah
Cerpen Risda Nur Widia (Suara Merdeka, 17 Januari 2016) Ada lima wajah terbungkus plastik di atas meja. Semuanya berbeda. Baru….
Arsip Cerpen di Indonesia
Cerpen Risda Nur Widia (Suara Merdeka, 17 Januari 2016) Ada lima wajah terbungkus plastik di atas meja. Semuanya berbeda. Baru….
Cerpen Risda Nur Widia (Republika, 11 Oktober 2015) Sudah puluhan hari kabut menutup desa kecil itu. Asap tebal itu berasal…
Cerpen Risda Nur Widia (Republika, 16 Agustus 2015) Setelah perang usai, kota terlihat muram. Aku termenung di antara puing-puing bangunan…
Cerpen Risda Nur Widia (Republika, 28 Juni 2015) Tidak semua peristiwa membutuhkan tapak tilas bahkan sebuah kesedihan. Setiap waktu, peristiwa…
Cerpen Risda Nur Widia (Republika, 17 Mei 2015) Pagi itu, langit seperti beranak. Pria paruh baya yang setiap malam bertugas…
Cerpen Risda Nur Widia (Republika, 08 Maret 2015) Barangkali, pria itu tercipta dari sebuah ketabahan. Sudah satu minggu berlalu, ketika…
Cerpen Risda Nur Widia (Media Indonesia, 23 November 2014) IBU memasak tumis dengan sebuah sihir. Ia bagai membubuhkan sebuah mantra…
Cerpen Risda Nur Widia (Republika, 14 September 2014) Warga kampung menganggap pria itu sebagai nabi. Pria yang sebenarnya setengah tidak…
Cerpen Risda Nur Widia (Suara Merdeka, 9 Maret 2014) ORANG-ORANG di kampungku percaya bahwa sungai itu bertuah. Sungai itu bernama…
Cerpen Risda Nur Widia (Republika, 09 Maret 2014) “JIKA kau bersedih, bersandarlah pada bahu Tuhan,” begitulah kata Ibu, setiap kali…
| M | T | W | T | F | S | S |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | 2 | 3 | 4 | |||
| 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 |
| 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 |
| 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 |
| 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | |
Copyright © 2026 CERPEN.MY.ID