Mata Monyet

 redaksicerpen  Sunday, 19 October 2014  2 Comments on Mata Monyet

Cerpen Aris Kurniawan (Media Indonesia, 19 Oktober 2014) JANGAN-JANGAN benar monyet itu jelmaan Maryam! Pikiran ini begitu menggelisahkan Liman. Ia…

Pulang Haji

 redaksicerpen  Sunday, 12 October 2014  2 Comments on Pulang Haji

Cerpen Ahmad Muchlish Amrin (Media Indonesia, 12 Oktober 2014) MATA kami terpagut ke arah jalan. Orang-orang membuat gerbang dari bambu…

Sarha Panjang

 redaksicerpen  Sunday, 12 October 2014  0 Comments on Sarha Panjang

Cerpen Sinta Yudisia (Republika, 12 Oktober 2014) Ada tradisi yang tak akan pernah hilang meski usia membalur mukamu dengan debu…

Penjual Bunga Bersyal Merah

 redaksicerpen  Sunday, 12 October 2014  0 Comments on Penjual Bunga Bersyal Merah

INGATLAH aku sebagai Kae yang bertemu denganmu ratusan tahun lalu. Di masa itu, aku seorang penjual bunga kesedihan dan selalu…

Penjara Kedua

 redaksicerpen  Sunday, 28 September 2014  1 Comment on Penjara Kedua

Cerpen Putu Oka Sukanta (Media Indonesia, 28 September 2014) APA yang akan terjadi besok? Rasanya seperti merenungi anak sungai yang…

Menjelang Kurban

 redaksicerpen  Sunday, 28 September 2014  0 Comments on Menjelang Kurban

Cerpen Mashdar Zainal (Republika, 28 September 2014) Emak terduduk setengah rebah di ranjang tipisnya. Di sebelahnya, teh hangat masih mengepulkan…

Beras Genggam

 redaksicerpen  Sunday, 28 September 2014  0 Comments on Beras Genggam

BERTAHUN-tahun kemudian, walau akhirnya kau tahu Kramat Ako bukan penduduk asli kampung kami, kebanggaan kami terhadapnya takkan berkurang sama sekali….

Sepertiga Malam Terakhir

 redaksicerpen  Sunday, 21 September 2014  6 Comments on Sepertiga Malam Terakhir

Cerpen Sungging Raga (Media Indonesia, 21 September 2014) DI sepertiga malam terakhir itu, Dirminto masih duduk di belakang rumahnya. Ia…

15 Tahun yang Lalu

 redaksicerpen  Sunday, 21 September 2014  0 Comments on 15 Tahun yang Lalu

Cerpen Didit (Republika, 21 September 2014) Lima belas tahun yang lalu, jika kau lewat perempatan Jalan Cemara Kembar, yang jika…

Penyair yang Jatuh Cinta pada Telepon Genggamnya

 redaksicerpen  Sunday, 21 September 2014  0 Comments on Penyair yang Jatuh Cinta pada Telepon Genggamnya

1. KARENA tak ingin dianggap kampungan dan ketinggalan zaman, maka ia pun memutuskan untuk membeli telepon genggam. Sebagai penyair, ia…