Wasiat Bu Kompyang
Ibu Kompyang meninggal. Karena sakit paru-paru meski sudah dirawat di rumah sakit di luar negeri. Sebelum nafasnya terputus, rohnya melayang,…
Arsip Cerpen di Indonesia
Ibu Kompyang meninggal. Karena sakit paru-paru meski sudah dirawat di rumah sakit di luar negeri. Sebelum nafasnya terputus, rohnya melayang,…
Cerpen Anita Kastubi (Suara Merdeka, 18 Agustus 2013) SOCIETEIT de Harmonie, awal Mei 1908 Wajahku sungguh kurang Eropa, meski ayahku…
“Mati, Bung!” gertaknya, bengis. Riap cahaya kuning kemerahan bagai letupan api dari mulut tungku. Garis merah senja melatari sosok Taroman,…
Cerpen Bertolt Brecht (Koran Tempo, 18 Agustus 2013) ALKISAH, hiduplah seorang anak lelaki yang pandai. Sangai pandai. Bahkan luar biasa…
Cerpen Jusuf AN (Suara Merdeka, 11 Agustus 2013) BIARLAH Ayah saja yang menderita, dengan perut pias membusung, serta wajah ditumbuhi…
Cerpen Zelfeni Wimra (Jawa Pos, 11 Agustus 2013) ALAM beringsut ke pagi. Detak jarum jam dinding seakan menjadi musik yang…
Cerpen Raudal Tanjung Banua (Media Indonesia, 4 Agustus 2013) RAMADAN dan Lebaran kali ini membuat Kudal larut mengenang. Ya, mengenang…
Cerpen Sri Harjanto Sahid (Suara Merdeka, 4 Agustus 2013) TELEPON di kamar tidurku berdering keras. Aku tersentak bangun. Kulihat jam…
Cerpen Triyanto Triwikromo (Jawa Pos, 4 Agustus 2013) KABAR samar itu sampai juga ke telingamu: ibumu, perempuan terkasih yang tak…
Cerpen Koesworo Setiawan (Republika, 4 Agustus 2013) DERU kendaraan di perempatan Coca-Cola mulai reda. Antrean metromini, bus kota, dan angkot…
| M | T | W | T | F | S | S |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | 2 | 3 | 4 | |||
| 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 |
| 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 |
| 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 |
| 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | |
Copyright © 2026 CERPEN.MY.ID