Danau, Perahu, dan Dua Anak Kecil

 redaksicerpen  Monday, 05 December 2011  2 Comments on Danau, Perahu, dan Dua Anak Kecil

Cerpen Sungging Raga (Koran Tempo, 4 Desember 2011) 2011. Danau Renville. Sebuah perahu. Angin musim gugur.  . “AYO cepat naik!”…

Sekali Saja

 redaksicerpen  Monday, 05 December 2011  3 Comments on Sekali Saja

Cerpen Mikmilia Aziz (Republika, 4 Desember 2011) LAKI-LAKI itu tinggi, jangkung, dengan kumis yang tidak dicukur. Cambangnya menyemaki wajahnya yang…

Sulastri dan Empat Lelaki

 redaksicerpen  Monday, 05 December 2011  52 Comments on Sulastri dan Empat Lelaki

Cerpen M. Shoim Anwar (Jawa Pos, 6 November 2011) . . LAUT menghampar dari pantai hingga batas tak terhingga. Ini…

Sehelai Kain Kafan

 redaksicerpen  Sunday, 04 December 2011  0 Comments on Sehelai Kain Kafan

Cerpen Mahwi Air Tawar (Kompas, 04 Desember 2011) 1/ IA bergegas. Tangan kirinya menyingkap ujung sarungnya hingga beberapa inci dari…

Hari Sudah Malam

 redaksicerpen  Sunday, 04 December 2011  0 Comments on Hari Sudah Malam

Cerpen Jun Nizami (Suara Merdeka, 04 Desember 2011) DARI kejauhan, hanya cahaya lampu-lampu yang menyelamatkan kota itu untuk tak disebut…

Traktor

 redaksicerpen  Tuesday, 29 November 2011  5 Comments on Traktor

Cerpen Adi Zamzam (Jawa Pos, 27 November 2011) NYALANG mata Wo Rikan acapkali melihat derum benda itu. Meraung-raung seperti tengah…

Heute Herbst

 redaksicerpen  Monday, 21 November 2011  3 Comments on Heute Herbst

Cerpen Desi Puspitasari (Koran Tempo, 20 November 2011) BEL yang digantung di pintu berkelinting. “Menjelang musim dingin yang beku!” Katja…

Kupu-kupu di Antara Pohon Jati dan Bambu

 redaksicerpen  Monday, 21 November 2011  3 Comments on Kupu-kupu di Antara Pohon Jati dan Bambu

Cerpen Arif Hidayat (Suara Merdeka, 20 November 2011) KADANG-KADANG sering terbayang juga masa tua. Masa saat aku mungkin mengenang yang…

Pulang

 redaksicerpen  Monday, 21 November 2011  1 Comment on Pulang

Cerpen Pirngadi (Republika, 20 November 2011) PEDIH, melihat wanita yang sangat dicintainya terbujur kaku tak bernyawa. Pilu, menyaksikan perut sang…

Mati Sahid

 redaksicerpen  Monday, 21 November 2011  3 Comments on Mati Sahid

 Cerpen Aan Haryono (Jawa Pos, 13 November 2011) . . SUBUH itu membuat Ghani merinding. Tangannya bergetar kencang. Lehernya mulai…