Matinya Seorang Pemain Sepakbola

 redaksicerpen  Sunday, 04 October 1981  0 Comments on Matinya Seorang Pemain Sepakbola

Cerpen Seno Gumira Ajidarma (Kompas, 04 Oktober 1981) STADION Utama Senayan bagaikan meledak ketika bola yang ditendang Sobrat luput dari…

Manusia Kamar

 redaksicerpen  Sunday, 12 April 1981  0 Comments on Manusia Kamar

Cerpen Seno Gumira Ajidarma (Kompas, 12 April 1981) PADA umurnya yang ke-20 pandangannya terhadap dunia berubah. Aku telah mengenalnya semenjak…

Tetangga

 redaksicerpen  Sunday, 28 December 1980  0 Comments on Tetangga

Cerpen Seno Gumira Ajidarma (Kompas, 28 Desember 1980) TETANGGA. Wah, ini sulit. Apalagi di kampung. Kawanku yang apel pacarnya sampai…

Salome

 redaksicerpen  Sunday, 07 December 1980  0 Comments on Salome

Cerpen Seno Gumira Ajidarma (Kompas, 07 Desember 1980) DANGDUT mengentak dalam diskotek. Waktu lewat tengah malam. Lelaki itu memperhatikan arlojinya…

Yang Terhormat Nama Saya

 redaksicerpen  Sunday, 05 October 1980  0 Comments on Yang Terhormat Nama Saya

Cerpen Emha Ainun Nadjib (Kompas, 05 Oktober 1980) KATA seorang teman saya yang suka berlagak-laku seperti Nabi yang tahu segala…

BH

 redaksicerpen  Sunday, 15 June 1980  0 Comments on BH

Cerpen Emha Ainun Nadjib (Majalah Horison No 06 Th XV Juni 1980) “BENAR lho, Mas, jangan melihat ke sini dulu!”…

Orang yang Selalu Ketakutan

 redaksicerpen  Sunday, 24 February 1980  0 Comments on Orang yang Selalu Ketakutan

Cerpen Mira Sato (Minggu Pagi Nomor 47, 24 Februari 1980) CERITA ini datar, tanpa klimaks, dan tanpa surprise, jadi tenang-tenang…

Kepala Kampung

 redaksicerpen  Monday, 15 October 1979  0 Comments on Kepala Kampung

Cerpen Emha Ainun Nadjib (Horison Nomor 10 Tahun XIV, Oktober 1979) SUDAH selayaknya kalau orang yang paling kuat seperti aku…

Si Kupu-Kupu

 redaksicerpen  Sunday, 12 August 1979  0 Comments on Si Kupu-Kupu

Cerpen Seno Gumira Ajidarma (Kompas, 12 Agustus 1979)  ADA sebuah perkampungan dekat pelabuhan. Kecil saja, tapi besar artinya bagi para…

Satu Truk Pasir

 redaksicerpen  Sunday, 17 June 1979  0 Comments on Satu Truk Pasir

Cerpen Emha Ainun Nadjib (Kompas, 17 Juni 1979) HIDUP ini haruslah penuh gengsi. Sebab pada gengsilah terletak harga diri. Dan…