Dengan hati-hati Laura membuka pintu ruangan itu. Didapatinya Satria terkulai lemah pada sebuah ranjang dengan pakaian serba putih kehijauan. Di kepalanya masih terpasang perban. Di sekelilingnya terdapat mesin-mesin yang belum pernah ia jumpai sebelumnya. Dengan langkah hati-hati ia mendekati Satria, lalu duduk di samping ranjangnya. Ia tahu Satria masih terjaga.
“Satria, Sayang ….”
Satria membuka mata. Terdiam sejenak memandang wajah Laura sambil mengernyitkan dahi, “Mmm … maaf, Anda siapa?”
Bantul, 3 Februari 2013
[1] Terinspirasi dari film Eternal Sunshine of the Spotless Mind.