Sesampai di kantor, kejadian pagi itu masih membayangi Kardi. Alangkah terkejut dia saat menyortir surat yang datang, ada sebuah amplop berlambang kepresidenan ditujukan ke alamat Wahyu. Dia girang bukan kepalang. Namun dia ingin melihat isi surat itu sebelum memberikan kepada Wahyu. Dia tidak ingin sahabatnya kecewa.
Perlahan dia buka dan baca surat itu. Di surat itu tertulis, “Ikhlaskan saja. Itu semua demi pembangunan dan peningkatan ekonomi.” (44)
– Syahirul Alim Ritonga, mahasiswa Teknik Mesin UGM, anggota FLP Yogyakarta.