“Ayah, lihat! Ada amplop kecil yang bertuliskan alamat kita!” ucap seorang anak kecil sambil memungut Pluppi dari atas rumput. Pluppi yang tak sadarkan diri selama beberapa waktu kini terbangun. Ia sangat kaget ketika melihat wajah anak itu yang mirip sekali dengan wajah tuannya. Apakah ia adik Tuanku? Kalau benar ia adik Tuanku, apakah itu tandanya aku sudah sampai? Tanya Pluppi dalam hati.
Baca juga: Tersesat di Kebun Binatang – Oleh Nida Fatah (Suara Merdeka, 15 April 2018)
“Benarkah? Biar Ayah yang buka, Rosi,” ucap sang ayah. Dengan tidak sabar membuka Pluppi yang kini sudah berwarna kecoklatan dengan tulisan hampir memudar. Pluppi berharap isi surat yang ada dalam dirinya masih bisa terbaca.
“Kakakmu sudah lulus Rosi. Dan ini, surat undangan untuk menghadiri wisudanya minggu depan!” pekik lelaki itu riang. Ia lalu memeluk Rosi dengan penuh haru.
Hati Pluppi meleleh mendengar itu. Ternyata benar, ia sudah sampai. Akhirnya, perjalanan panjangnya yang melelahkan itu selesai. Kini, ia sudah bisa merasa tenang, karena tugasnya telah berhasil dijalankan. (58)