Berikan pada Si Lontung saat dia dewasa nanti. Cincin ini akan memberinya petunjuk tentang istrinya. Ketiga, Pareme, kuatlah. Kau perempuan, ibu dari si sia sada ina. Walau cadas jalanmu, walau marsak jiwamu, ketahuilah: ompung kita Mula Jadi na Bolon takkan pernah mengizinkan sembilan marga dilahirkan rahim biasa. Kau perempuan pilihan, Pareme.
Sabulan tak pernah seindah saat kau hidup di dalamnya. Sianjur Mula-mula padam cahayanya sejak jejak kaki rusamu terhapus di sana. Seluruh tano na uli ini, hidup mengada dari tetesan air mata, peluh dan darahmu, kembar dampitku.
Aku, Si Saribu Raja, terlahir pengembara. Aku dan serulingku, punya janji dengan Debata: menceritakan kisah mula-mula pada dunia. Sesekali, saat purnama, pandanglah ke langit utara, sendengkanlah telinga. Di sana akan kau lihat dukaku tergantung. Akan kau dengar alunan andung-andung. Untukmu, hanya untukmu, perempuan berdagu kayu.
MN, Juni 2018
Keterangan:
Ito = panggilan untuk lawan jenis yang sebaya atau bersaudara
Boasa = mengapa
Ompung doli = kakek
Ompung boru = nenek
Amang = bapak
Inang = ibu
Tondi = jiwa
Silinduat marporhas = kembar dengan jenis kelamin berbeda
Manortor = menari
Somba-somba = kidung puji-pujian untuk leluhur
Unang sai muruk ho, Bapak! Unang tu boru mi. Tu ahu baen, Bapak. Ahu do i. Ahu do i! = Jangan kau marah, Bapak. Jangan marah pada anak perempuanmu. Marahlah padaku, Bapak, Aku yang salah. Aku yang salah!
Piso gaja dompak = senjata khas Batak bergagang bentuk gajah, dianggap sakral dan hanya digunakan mereka yang memiliki kemampuan sakti
Rumondang Bulan = bulan yang bersinar terang
Halak sahuta = sanak saudara sekampung
Babiat telpang = harimau pincang
Monsak = ilmu bertarung khas Batak
Si sia sada ina = Ibu yang satu memperanakkan sembilan orang
Marsak = kesedihan mendalam
Tano na uli = tanah yang indah
Andung-andung = kidung ratapan