Hotel berdiri menghalangi pandang ke pantai. Kios-kios souvenir dan kafe berdiri menghias jalur jalan yang dibangun pemerintah di Kuta. Beberapa orang bule nampak kongkow-kongkow sembari mencicip kentang. Pemiliknya, seorang pribumi yang entah kapan mulai menjejakkan kakinya di tanah-tanah berpasir itu.
Kampung itu sepi. Matahari mulai berangkat meninggi. Beberapa orang perempuan menunggu suaminya pulang. Sebagian besar penghuni dusun telah berangkat sejak pagi ke ibukota provinsi. Setelah tanah mereka hilang, menanam rumput laut sepanjang pantai juga dilarang. Mereka ke sana, berharap ada orang-orang yang punya hati manusia dan mengerti penderitaan orang lain.
Suasana sepi itu terkoyak teriakan panjang seorang perempuan. Kemuraman terasa datang begitu saja tanpa bisa ditolak. Mereka tahu, ia Seri Banun penari jangger pada masanya yang beruntung mendapatkan si gagah Bah. Mereka ingat penolakan Bah untuk menjual tanahnya. Mereka yang menunggu suami mereka pulang juga tahu Seri Banun telah menunggu Bah lama sekali.
Seri Banun masih menunggunya membawakannya nyale. Dilihatnya orang-orang berjalan pulang menjinjing ember penuh nyale. Meski orang-orang bercerita suaminya telah hilang ditelan ombak, Seri Banun masih menunggu di situ bersama anaknya.
Dan seperti yang dikira Seri Banun, anaknya memang masih bersamanya di pinggir pantai. Cuma, ia tak lagi dalam gendongannya. Ia telah menjelma seorang dara dan parasnya mirip benar dengan ibunya. Sayangnya, belum pernah seorangpun pemuda membawakan nyale untuknya. Mereka terlanjur takut melihat ibu sang dara. Ibunya, seorang perempuan yang saban hari setia menemani pasir dengan tatapan kosong ke ujung laut.
Lombok, 2018
Aravayana asal Bima bekerja sebagai konsultan lepas dan menulis cerpen. Aktif di Sanggar Fitra, sebuah komunitas kekerabatan budaya beralamat di Mataram, Lombok.
Catatan:
* Nyale ialah sejenis cacing laut yang hanya muncul pada akhir musim penghujan dan dirayakan sebagai festival rakyat di Lombok bagian selatan.
* Sapuq ialah ikat kepala laki-laki di Lombok, semacam Udeng di Bali.
* Tiyang artinya saya.
* Inaq panggilan untuk ibu.
* Jangger ialah sejenis tarian di Lombok.
* Baju Lambung ialah baju adat perempuan Sasak-Lombok, biasa digunakan dalam acara adat atau kegiatan-kegiatan budaya.