Menurutku, Bandit benar-benar telah mencintai lemari pakaian itu. Ia tertidur semalaman di depannya, tengkurap layaknya mayat dingin. Tangan kanannya terus melekat di depan pintu lemari. Seperti kaki cicak, tidak merosot sedikit pun walaupun ia tengah tidur.
Bandit sudah gila. Semua lelaki yang ditinggalkan perempuannya akan selalu menjadi orang gila. Dan hancur. Cinta memang sangat mengerikan.
Baca juga: Angsa-angsa Kertas – Cerpen Risda Nur Widia (Haluan, 07 Januari 2018)
Sebelum aku dijual di dalam sebuah toko yang berbau lolipop stroberi, aku pernah tinggal di rumah pembuatku. Ia lelaki yang gila kerja. Setiap malam hanya berkutat dengan kayu, kayu, dan kayu. Ia pandai membuat berbagai benda, tetapi lihai melupakan istrinya yang sakit-sakitan. Ketika istrinya mati, ia jatuh cinta lagi dengan seorang gadis belia. Ia nampak begitu mencintainya, melebihi kayu-kayu. Lelaki itu bahkan menuruti apa pun kemauan kekasihnya. Ia menjelma orang gila yang kerjanya hanya mengekor pada bokong gadis belia. Bukankah itu mengerikan?
Bandit terbangun ketika suara bel rumah menggema. Ia cepat berdiri dan lesat meninggalkan kamar. Tidak seberapa lama kemudian, dua pasang kaki langkah menghirukkan lantai. Ratmi kah yang datang itu? Oh, bukan. Itu kaki seorang lelaki. Mungkin itu Warto, entahlah.
Mereka berdua—Bandit dan (mungkin) Warto—berdiri di depan lemari pakaian itu. Tidak ada percakapan. Aku hanya melihat salah satu dari mereka membuka pintu lemari, lalu mengeluarkan sebuah koper merah yang teramat besar. Oh, itu kepunyaan Ratmi!
Roda-roda koper menggelinding di ubin. Seseorang menyeretnya keluar, dan seseorang lagi mengikutinya dari belakang dengan tergesa-gesa. Sedetik kemudian, kamar tidur ini kembali senyap. Tidak ada Bandit, atau pun Ratmi. Pintu lemari itu terbuka lebar, sepertinya mereka lupa menutup. Dan dari bawah kolong ranjang yang lembab dan bau debu, samar aku mencium bau darah yang membusuk. []
Sidoarjo, Juni 2018
Ajeng Maharani, penikmat sastra yang lahir di Surabaya. Buku kumpulan cerpennya: Ia Tengah Menanti Kereta Uap Tuhan yang Akan Membawanya ke Bulan (Penerbit Basabasi)