Masa itu akan selalu aku kenang dan tak akan pernah aku lupakan sepanjang hidupku. Dongeng yang aku dengar dan begitu pula dengan cerita yang diucapkan oleh nenekku itu adalah stimulus bagi diriku yang dulu tidak aku sadari. Mungkin karena umurku yang masih terlalu kecil.
Mengapa tidak semua yang didongengkan kala itu oleh kakek benar adanya tanah kelahiranku adalah tanah yang begitu indah, sawah terbentang luas hidup nyaman dan aman tidak ada pertikaian antara suku dan ras.
Semua itu berkat penjagaan dan perawatan dari nenek moyang, kakekku, dan ibuku. Dan kini tinggallah giliran aku merawat dan menjaga semua ini. Sekarang tinggal giliran zamanku. Semua bergantung kepada manusia-manusia pada saat ini. Nasib alam ada pada tangan mereka.
Hari ini tepat hari pertama aku masuk kuliah. Aku mengambil jurusan hukum di universitas swasta di kota kelahiranku ini. Aku sengaja memilih jurusan hukum karena aku hendak mempelajari tentang peraturan-peraturan yang terdapat di dalam negara ini dan terkhusus di kota kelahiranku.Agar aku dapat menjaga warisan yang telah diberikan oleh nenek moyangku dan dirawat dengan sangat baik oleh manusiamanusia pada zaman kakekku. Aku tidak ingin manusia-manusia yang hidup sekarang merusak semuanya. Merusak keindahan, keunikan, tradisi,dan budaya. Aku tidak ingin semua itu hilang dari tanah kelahiranku.
Itu cita-citaku saat ini.Aku akan pertahankan cita-citaku itu dalam hati dan akan aku implementasikan dalam kehidupanku sesuai dengan cerita nenek dulu. Saat kita sekeluarga sedang bersantai dan bercengkrama di beranda. Ibu berkata padaku, “Nak, jika kamu sudah besar kamu hendak menjadi apa?” Dengan seketika aku menjawab, “Aku ingin menjaga tanah kelahiranku. Aku ingin menjadi superhero di tanah kelahiranku.”
Kemudian, nenek berkata saat itu, “Citacitamu sungguh mulia, Cu, semoga kamu tetap istikamah pada cita-citamu. Kamu tanamkan cita-citamu dalam hati dan pikiranmu lalu kamu terapkan dalam perilaku kamu setiap hari ya, Cu.”
Pagi sudah tak terasa sudah beranjak siang dan sebentar lagi pukul 11.00 mata kuliah perdanaku akan segera dimulai. Aku sudah tidak sabar untuk pergi ke kampus dan menerima pengetahuan yang diberikan oleh bapak dan ibu dosen di kampus. Aku tidak boleh datang terlambat. Aku harus tepat waktu agar tidak terlambat.