Warisan dari Kakek

Astaghfirullah, aku hanya tidak ingin anakku yang lain menjadi korban lagi. Andai saja waktu itu dia mendengarkan perkataanku tidak menari tari topeng terlebih dahulu sebab saya sudah memiliki firasat tidak enak padanya dan akhirnya benar saja anakku itu terjadi apa-apa. Ia tertembak peluru pada bagian dada karena terkena peluru dari pemburu burung yang hendak menembak burung perkutut. Dan saya tidak memiliki pikiran sama sekali bahwa saya hendak merusak dan menghilangkan kebudayaan saya hanya ingin menghapus kenangan buruk itu. Baik, Nak. Silakan ambil topeng ini, kamu tidak usah membayarnya.” Orang itu menyodorkan topeng itu kepadaku dan aku mengambilnya dengan berucap, “Terima kasih banyak, Pak.”

Baru saja saya beranjak keluar dari rumah hendak melangkah ke kampus untuk belajar namun banyak sekalihal-hal yang aku temui. Ini membuat aku semakin ingin belajar mengenai hukum agar aku dapat mengingatkan mereka tentang apa yang mereka lakukan itu tidak sesuai dengan peraturan dan norma masyarakat. Semoga aku bisa mewujudkan itu semua dan membuat tanah kelahiran tetap asri dan semboyan gemah ripah loh jinawi itu benar-benar terjadi.Tidak hanya berupa kata-kata tanpa makna. ***

Arsip Cerpen di Indonesia