Semilir Angin Pagi

Mendengar kata-kata Hendrias seperti itu Jessica hanya diam. Kepalanya kembali menunduk. Di dalam hatinya berkata, apa yang dikatakan Hendrias adalah benar. Jessica percaya bahwa Hendrias selama ini memang tak pernah berbohong. Dan akhirnya Jessica merasa malu sendiri karena dugaannya salah. Rasa cemburunya juga tak beralasan.

“Jess, aku hanya sayang…..” kata Hendrias tak dilanjutkan, karena Jessica terburu berdiri dari tempat duduknya dan kemudian memeluk Hendrias.

Di luar, semilir angin pagi seperti memberi pertanda bahwa Hendrias dan Jessica sekarang tengah merasakan kebahagiaan yang sulit digambarkan. (***)

Arsip Cerpen di Indonesia