Di Bawah Pohon Mahoni

Baca juga: Empat Cerita – Cerpen Risen Dhawuh Abdullah (Banjarmasin Post, 08 Juli 2018)

Sore itu, aku menangis sepuasnya. Aku cemburu. Aku betul-betul cemburu pada lelaki setia itu. Aku melihat diriku yang tidak beruntung dan sepi. Aku melihat diriku yang tak berarti di semesta ini. Dan entah kenapa, saat ini aku ingin berdoa agar istrinya tetap gila saja. Hingga lelaki setia itu bosan dan lelah, lalu meninggalkannya. Dan tentu saja, istrinya akan menjadi temanku. Menjadi sepertiku, menjalani hari dengan sangat biasa, menunggu takdir yang lain di bawah pohon mahoni.

 

Rumasi Pasaribu, kelahiran Taba Pingin, 7 September. Suka menulis puisi, cerpen, dan novel. Saat ini berdomisili di Kota Bengkulu.

Arsip Cerpen di Indonesia