Bulan Pemakan Ternak

Sesampainya di rumah. Aku bertanya kepada bapak tentang kebenaran ucapan teman-temanku. Tentang Buto Ijo, ternak yang dimakan, juga bulan yang dimakan dan menghilang sebagian. Bulan yang dimakan serupa dengan huruf C seperti yang ibu guru ajarkan padaku ketika belajar membaca. Juga seperti bekas gigitan pada roti kering.

“Apa benar kambing-kambing kita dimakan Buto Ijo, Pak?”

“Kata siapa?” bapak heran.

“Kata teman-temanku, Pak, tadi waktu menggembala kambing. Katanya Buto Ijo itu memakan ternak-ternak di sini, juga bulan. Katanya pula, orang-orang sudah berkumpul, tetapi tidak ada yang melawan. Apa semua orang takut dengan Buto Ijo itu, Pak?” Tanyaku mendesak.

Bapak heran dengan pertanyaanku. Raut mukanya kelihatan bingung. Entah mengapa bapak menjadi demikian. Menurutku tak ada yang salah dengan ucapanku. Apalagi teman-temanku juga mengatakan demikian kepadaku. Tak ada yang aneh, tetapi raut wajah bapak menimbulkan seribu tanda tanya untukku.

“Hahahahah,” bapak terpingkal, aku semakin binggung.

“Ada apa, Pak? Apakah ada yang salah dengan ucapanku?” Kataku seraya menunduk.

Bapak masih tertawa, semakin keras. Ada sedikit air mata. Kukira karena bapak tertawa terlalu berlebihan.

“Kau ini lucu sekali,” kata bapak ketika berhenti tertawa.

“Maksud Bapak?”

“Ya, lucu, apa yang kau katakan itu lucu sekali,” jawab bapak agak serius.

“Ternak-ternak kita tidak dimakan Buto Ijo, hanya bulan yang ia makan. Sementara ternak-ternak kita dimakan bulan besar,” lanjut bapak, sedikit meringis. Menahan tawa.

Aku bertambah bingung, kebingungan, semakin bingung.

Apakah ada rantai makanan seperti yang pernah dijelaskan bu guru di kelas? Tindakan saling makan antara produsen, konsumen, juga pengurai. Kalau di rantai makan yang kuketahui, tumbuhan dimakan ulat, ulat dimakan burung, burung dimakan ular, ular dimangsa elang, setelahnya elang mati diuraikan bakteri dan menjadi pupuk bagi tanaman. Begitulah seterusnya, berulang.

Lalu soal Buto Ijo yang memakan bulan, juga bulan yang memakan ternak-ternak kami. Kupikir ada hubunganya dengan rantai makanan yang dijelaskan bu guru. Saling makan yang terus-menerus terjadi, berulang. Aku mencari rumput, rumput dimakan kambing-kambingku, kambing dan ternak kami dimakan bulan, dan bulan sendiri akhirnya dimakan oleh Buto Ijo.

Arsip Cerpen di Indonesia