Diserbu Rayap

”Oya, ini juga sering dilakukan Ibuku pula bila menaruh apa pun di dalam lemari selalu menyelipkan kamper itu,” lanjut Zain kembali.

Rocky hanya mendengarkan saja. Entah, ia percaya atau tidak pada teman sekelasnya hanya dirinya yang tahu. Karena ia meragu pada siswa yang paling jahil di kelasnya itu.

“Iya, iya, terima kasih!” tukas Rocky kembali mengiyakan. Padahal ia ingin sekali sendiri di dalam kelas itu sambil mencari cara agar buku-buku koleksinnya di rak tidak semakin banyak lagi dimakan rayap.

Baca juga: Bermain Randai – Oleh Kak Ian (Padang Ekspres, 14 Januari 2018)

“Baiklah aku ke kantin dulu! Semoga berhasil apa yang aku katakan tadi.”

“Iya, terima kasih, Zain,” jawab Rocky agak malas.

Begitulah Rocky pada Zain. Rocky tidak pernah akur. Terlebih Zain pernah menginjak pulpennya saat jatuh ketika sedang menulis. Zain dengan sengaja menginjak hingga pecah. Sejak itu Rocky malas berteman dengan Zain apalagi bertanya apa-pun.

Rocky akhirnya kembali memikirkan cara bagaimana membasmi rayap-rayap itu agar tidak lagi memakan buku-buku koleksiannya. Ia tetap di dalam kelas sampai jam istirahat usai kembali berbunyi lagi. Ia tidak kemana-mana saat itu.

Rocky masih tetap mencari cara agar rayap tidak memakan buku-buku koleksinya itu.

Baca juga: Kado untuk Emak di Hari Ibu – Oleh Kak Ian (Padang Ekspres, 24 Desember 2017)

Esokkannya Rocky kembali membuang salah satu buku koleksianya saat ia tahu ada rayap yang memakannya. Padahal ia sudah membersihkan rayap-rayap itu. Tapi kini ia masih melihatnya, masih ada saja.

“Bukumu kembali dimakan rayap ya, Sayang?” tanya Bunda saat melihat Rocky membuang salah satu buku koleksiannya yang dimakan rayap itu.

“Iya, Bunda!” tukas Rocky

Arsip Cerpen di Indonesia