Prasangka

“Mama ingin berbagi dengan tetangga, sebagai rasa syukur atas pernikahan mama dan papa.” Mama tersenyum sambil menata nasi dan lauk ke dalam kardus. “Nanti Sari yang antar nasi krawu ini, ya.”

Sari mengangguk. “Selamat ulang tahun pernikahan ya, Ma. Semoga Mama dan Papa selalu berbahagia hingga akhir hayat. Aamiin,” kata Sari sambil memeluk mama.

“Aamiin. “Mama balas memeluk dan mencium Sari.

***

Selepas salat asar, Sari berkeliling membagi makanan khas Gresik tersebut ke semua tetangga.

“Sudah selesai, Ma?”

“Tinggal Tante Dini yang belum.”

Sari langsung cemberut. “Mama saja yang ke sana.”

“Kenapa? Bertengkar dengan Lulu, ya?”

Baca juga: Hutan Mangrove Pamurbaya – Oleh Elisa DS (Kompas, 31 Desember 2017)

Sari mengangguk dan menceritakan semuanya. “Seharusnya dia bisa menjaga bukuku, Ma. Nggak teledor kayak gitu.”

“Sari, jangan mudah menghakimi jika belum tahu alasannya. Prasangka bisa menyebabkan retaknya kerukun an dan persahabatan yang sudah terjalin, loh.” Mama mengelus rambut Sari. “Ayo buruan, antar nasinya sekarang.”

Dengan sedikit dongkol, Sari beranjak pergi. Ia bersyukur karena Tante Dini yang menemuinya.

Cici yang membuntuti Tante Dini, menarik-narik tangan Sari dan meraih kardus berisi nasi krawu.

“Cici, nggak boleh gitu,” tegur Tante Dini.

Adik Lulu yang baru berumur dua tahun itu tak peduli. Ia membuka kardus dan langsung memakan isinya. Sari tertawa geli melihatnya.

Baca juga: Raksasa Way Kambas – Oleh Elisa DS (Lampung Post, 18 Februari 2018)

Tante Dini geleng-geleng. “Cici memang anak yang sangat aktif. Selain doyan makan, dia senang buku bergambar. Maaf ya, kemarin buku Sari jadi korban, padahal Lulu sudah menyimpannya di meja belajar. Saat Lulu sekolah, Tante sibuk di dapur. Tahu-tahu, Cici menyodorkan buku cerita dalam kondisi halaman terlepas dan sobek sampulnya sambil terkekeh.”

Sari terperanjat. Ia tak pernah menduga jika seperti itu kejadiannya. Ternyata buku ceritanya rusak bukan karena kecerobohan Lulu, tetapi karena keaktifan Cici!

Sari pun bergegas pamit. Saat pulang, sebuah rencana berkelebat di benaknya.

***

Arsip Cerpen di Indonesia