Elegi di Suatu Pagi

Baca juga: Gadis Kecil Bernama Alenia – Cerpen Haryo Pamungkas (Media Indonesia, 07 Oktober 2018)

“Mas Hanan…” suara Ayla lembut memanggilku. Aku menuju motor maticku. Menghidupkan mesinnya dan pergi berlalu. Aku rasa cukuplah menerima kenyataan pahit di pagi yang manis ini. Aku salah menduga tentang Ayla selama ini. Sibukku diartikan salah olehnya. Dia malah mencari perhatian dari laki-laki lain selain aku.

Kudengar suara Ayla berteriak memanggilku. Aku tidak peduli. Aku hi­lang di simpang jalan itu. Suara Ayla juga tidak terdengar lagi. Sudahlah, aku sudah memaafkanmu. Aku juga akan merelak­anmu. Tapi satu hal yang kamu perlu tahu, aku tidak akan pernah kembali kepada seseorang yang telah mengkhianati.

 

Penulis adalah ALUMNI FKIP UMSU, 2018

Arsip Cerpen di Indonesia