“Kakak, kakak kenapa?” tanya Adit kaget ketika mendapati kakak yang tengah berbaring tak berdaya di atas tempat tidur dengan wajah yang pucat.
“Perut kakak mual”
“Adit beliin obat ya kak? Obat apa?” tanya Adit panik.
“Promag,” jawab kakak singkat.
Kemudian Adit bergegas ke toko obat terdekat untuk mencarikan obat itu. Setelah terbeli, Adit membawakannya untuk kakak, kemudian kakak meminumnya.
“Kakak istirahat saja dulu, sebentar lagi ayah dan ibu pasti pulang,” saran Adit dengan wajahnya yang masih cemas.
Baca juga: Orang-orangan Sawah – Oleh Riyan Prasetio (Padang Ekspres, 21 Januari 2018)
Tak lama setelah itu, ayah dan ibu mereka pulang. Adit langsung memberitahukan kepada kedua orang tuanya apa yang terjadi. Jelas saja ayah dan ibu mereka terkejut dan langsung menuju kamar kakaknya. Tanpa istirahat, Ibu kemudian memasakkan suatu makanan untuk bisa dimakan kakak. Namun, karena maag kakak sudah terlanjur kambuh, makanan apa pun yang disuapkan ibu selalu ia muntahkan.
Malamnya, selesai shalat magrib ayah memutuskan untuk membawa kakak ke puskesmas terdekat. Kakak diberi beberapa obat oleh bidan untuk diminum. Barulah setelah meminum obat yang diberikan bidan, kakak sudah bisa makan kembali tanpa muntah. Hanya saja nafsu makannya masih belum pulih. Adit melihat ibunya menunggui kakak di kamar kakak sampai benar-benar tertidur. Setelah kakak tertidur, baru setelah itu ibu keluar dari sana dan mengingatkan Adit untuk tidur juga karena hari sudah hampir menunjukkan pukul 9 malam.
Paginya, ketika Adit akan berangkat sekolah, ia mampir dulu ke kamar kakak. Di sana ia mendapati ibu yang juga berada di kamar kakak.
Baca juga: Tasapo – Oleh Riyan Prasetio (Padang Ekspres, 11 Februari 2018)
“Kakak sudah sehat?”
“Sudah lumayan,” jawab kakak sambil berusaha tersenyum.
“Adit sudah mau berangkat?” tanya ibu sambil menyuapi kakak.
“Sudah, Bu, ayah sudah menunggu di depan. Adit berangkat dulu, Assalamualaikum,” pamit Adit yang kemudian menyalami tangan kakak dan ibunya.
Adit merasa lega karena akhirnya kakaknya sudah terlihat pulih kembali. Wajah kakak tidak terlihat pucat lagi. Dan sepertinya nafsu makan kakak sudah berangsur normal kembali. Tapi ada hal lain yang dikhawatirkan Adit, ia melihat wajah ibunya terlihat agak pucat ketika ia pamitan tadi. Adit hanya bisa berharap ibunya tidak akan sakit juga.