“Aku juga,” sahut yang lain. “Bisakah kau memasak makanan lain, Nini Gupita?”
Nini Gupita hanya mengangguk, lalu mengangkut olahan pisang yang dia buat ke dapur. Dia membagikan kolak pisangnya untuk para pekerja di istana. Namun, mereka juga sama bosannya. Mereka makan dengan ogah-ogahan dan tidak berselera.
Dan Nini Gupita hanya menghela napas sedih ketika melihat mereka membuang sisa kolak pisang buatannya.
Hingga beberapa hari kemudian, persediaan pisang di dapur masih banyak. Beberapa bahkan sudah membusuk dan terpaksa dibuang. Padahal, Raja pernah berpesan padanya untuk tidak menyia-nyiakan bahan makanan. Apalagi hingga membuangnya.
Baca juga: Bajang – Oleh Rifan Nazhif (Lampung Post, 24 Juni 2018)
“Aku harus mencari cara,” kata Nini Gupita sambil mondar-mandir di dapur.
Tiba-tiba, Nini Gupita salah satu resep mendiang neneknya. Nini Gupita nyaris bersorak saking senangnya. Dia mengambil satu sisir pisang lalu mulai mengukusnya.
“Hmmm, wangi sekali,” gumamnya. Dia mencomot satu buah pisang kukus. Rasanya juga enak dan sedikit asam. Tapi bukan pisang kukus ini yang akan dia sajikan untuk keluarga kerajaan.
Sambil mengingat-ingat resep neneknya dulu, Nini Gupita mengupas kulit pisang. Lalu, pisang-pisang tersebut dilumatkan hingga halus. Karena rasa pisang yang sedikit asam, Nini Gupita menambahkan sedikit gula dan garam.
“Ini enak,” katanya sedikit bersorak.
Tapi, pekerjaan Nini Gupita belum selesai. Dia bergegas mengambil daun pisang dan membersihkannya. Lalu, Nini Gupita mengisinya dengan adonan pisang tadi. Dia membuat bungkusan berukuran kecil, dengan bentuk memanjang, dan merekatkan ujungnya dengan lidi.
Baca juga: Hari Pertama Puasa bagi Fajar – Oleh Iis Soekandar (Lampung Post, 20 Mei 2018)
“Sedikit lagi,” seru Nini Gupita penuh semangat.
Dia menata bungkusan tersebut, lalu kembali mengukusnya. Tak lama kemudian, Nini Gupita membuka penutup wadah. Aroma pisang kukus yang bercampur dengan aroma daun pisang tercium.
“Mereka pasti akan menyukainya,” gumam Nini Gupita senang.
***
Sore harinya, Nini Gupita menyajikan makanan tersebut. Dia mengantarkannya ke pendopo, tempat Raja dan keluarganya te ngah berbincang santai. “Makanan apa yang kau bawa, Nini?” tanya Putri.
“Resep olahanpisang terbaru, Tuan Putri,” katanya.