Gadis Online Shop

Abdur tiba di kos Diana. Saat itu Diana sedang memberikan kejutan kepada Andini yang tengah berulang tahun.

“Wah, Abdur, kau sedikit terlambat.”

“Maaf, Diana, jalanan macet,” kemudian Abdur mengarah kepada Andini dan mengulurkan tangannya, “Andini selamat ulang tahun, ini untukmu, bukalah sekarang.”

Betapa terkejutnya Andini ketika diberikan kado itu. Bukannya ia dan Abdur tidak begitu dekat, bahkan bisa dibilang jarang sekali berinteraksi. Terakhir kali berinteraksi ketika Abdur dengan sengaja membeli barang dagangan Andini.

Baca juga: Barlin dan Anjing-anjing – Cerpen Dian Nangin (Analisa, 12 Agustus 2018)

“Terima kasih, Abdur…” katanya bertambah kaku.

Abdur tersenyum tipis, matanya berkaca-kaca. Sementara Diana berusaha menyembunyikan kegembiraannya.

“Ayo Andini, Abdur menunggumu membuka kadonya.” Diana mengangguk-angguk.

“Apa? Nggak salah?” Andini masih gagu menatap wajah sahabatnya itu.

Setelah dikumpulkannya kepercayaan dirinya, Andini membuka kado itu pelan-pelan. Betapa semakin kencang debar dadanya ketika mengetahui bahwa kado itu adalah barang dagangannya sendiri yang dibeli Abdur minggu lalu.

“Apa, Abdur kamu nggak salah? Ini ‘kan barang daganganku?”

Baca juga: Apologia Si Sariburaja – Cerpen Marina Novianti (Analisa, 08 Juli 2018)

“Kau pedagang, aku pembelinya, itu telah jadi milikku dan aku bebas memperlakukannya. Lagian apa salahnya pedagang memakai barang dagangannya sendiri?” Abdur mengerlingkan sebiji matanya.

Andini diam. Bertanya-tanya dalam hati.

Abdur masih dengan senyum tipisnya malu-malu, “Sebenarnya aku sudah tertarik padamu sejak lama. Tapi aku tak pernah berani memulai interaksi sebab kau begitu dingin. Kupikir dengan jalan inilah kebekuan akan mencair.”

“Diana, apa kau mengetahui tentang ini?” Andini berpaling, menatap Diana tegas.

Arsip Cerpen di Indonesia