Diana hanya menggeleng sambil menaik-turunkan alisnya. Andini menjatuhkan tuduhan bukan tak berlandas. Ia tahu akhir-akhir ini Abdur begitu dekat dengan Diana, malah ia berpikir bahwa keduanya berpacaran. Tapi sangkaannya kini disangkal, sebenarnya Abdur mendekati Diana hanya untuk mengetahui segala hal tentang dirinya. Ternyata yang selama ini ditaksir Abdur adalah dirinya, bukan Diana.
Baca juga: Bintang Maratur Tak Bertuan – Cerpen Siti Maulid Dina (Analisa, 20 Mei 2018)
“Tapi aku tidak bisa menerimanya.”
“Ini hari spesial yang patut dirayakan. Ambil hadiahnya, anggap saja itu tanda perkenalan kita.”
Perlahan Andini mulai mencair dan menikmati malam itu dengan sepenuh bahagia.
“Aku pikir kedekatan kalian akan menjadi sesuatu,” kata Andini di antara Diana dan Abdur.
“Ya tentu saja kedekatan kami telah menjadi sahabat baik, bukan begitu, Abdur?”
Abdur tersenyum lebar. Selebar kembang dadanya menyembunyikan rasa cinta kepada Andini.
Medan, Oktober 2017