Usia Usai tak pernah sempat protes terhadap bapaknya selaku pemberi nama. Bapak yang hanya ia tahu wajahnya dari album foto itu telah berpulang ke haribaan-Nya sewaktu ia masih terlalu kecil. Sedang ibunya seorang yang kuat, tegar. Namun bila boleh jujur tanpa ada niatan hendak durhaka, sebenarnya ia rasakan benar bahwa ibunya hanyalah seorang yang masa bodoh. Banyak kejadian telah membuktikan penilaiannya ini. Suatu waktu Usia Usai demam tinggi. Ibunya menyentuh keningnya lantas berucap, “ini demam”, dan selanjutnya tak ada perlakuan lain selain ia ditinggal pergi ke sawah. Menuntaskan pekerjaan sebagai buruh tandur. Tiga hari berselang, teman-teman sekolah dan gurunya datang menjenguk. Sang ibu menyambut dengan penuh ramah, khas perempuan Jawa. Hanya saja ada sebuah kalimat yang tidak ia lupa sepanjang hidup. Saat gurunya menanyakan kenapa sudah tiga hari belum juga diperiksakan ke dokter, ibunya berkomentar: “kalau seminggu belum juga sembuh biar saya ganti lagi namanya, nanti pasti sembuh, hehehe!”
Baca juga: Kisah Cinta Paling Sederhana di Dunia – Cerpen Zyadah (Radar Banyuwangi, 09 September 2018)
Sudah lebih seminggu Usia Usai demam. Ibunya mulai mencari-cari nama pengganti namun belum ada yang pas. Sebagai pelajar yang sudah mulai balig Usia Usai tak percaya dengan takhayul macam itu. Apa yang terjadi padanya di waktu kecil hanyalah sebuah kebetulan dan jauh dari nalar. Akhirnya sebagian tetangga yang tidak percaya pada takhayul macam itu, membawa Usia Usai ke rumah sakit. Setelah diperiksa ternyata Usia Usai terserang sakit malaria.
“Sebenarnya ini sudah sangat terlambat, namun kami akan berusaha semaksimal mungkin,” kata Dokter pada tetangga yang membawa Usia Usai.
“Mungkin namamu sebaiknya diganti saja dengan nama Malaria, ya Le?” tanya ibunya meminta pertimbangan. Usia Usai hanya bisa tercenung diam seribu bahasa. Sedang para tetangga hanya bisa geleng-geleng kepala.
Baca juga: Marto Timpal dan Kisah Pohon Ipik – Cerpen Eko Setyawan (Radar Banyuwangi, 16 September 2018)
Jika ingin menangis, maka menangislah. Namun, jangan sampai musuhmu tahu. Sebagai pemuda yang beranjak dewasa Usia Usai tak luput dari jatuh cinta. Suka dan cinta kepada perempuan. Namun, tak dinyana tak disangka bahwa perempuan pujaan hatinya itu juga disukai oleh musuh bebuyutannya semenjak duduk di bangku SD. Namanya Ricard. Kisah Ricard tak ubahnya seperti kisah Usia Usai. Ricard kecil dahulunya bernama Akbar Hakim. Karena sering sakit-sakitan kemudian diganti menjadi Ricard Hakim. Namun, karena masih sakit-sakitan juga akhirnya dibuanglah Hakim tinggal menjadi Ricard. Bermula dari Ricard yang menghinakan.