Garong adalah kucing dengan perawakan gempal. Otot-ototnya terlihat jelas. Ia jenis kucing petarung. Tapi, sesungguhnya para tetangga lebih sering mendapatinya memangsa anak-anak ayam mereka. Itulah sebab ia dipanggil Garong.
Setelah kehadiran Gorang, hidup bapak makin berwarna. Tapi lagi-lagi, ia lebih terlihat punya dunia baru sendiri. Bapak hanya sibuk dengan kucing-kucingnya itu. Ia memandikan mereka dengan rutin seminggu sekali, menggunakan air dengan campuran bunga-bunga agar kucing-kucing tersebut wangi. Setiap pagi pula, bapak pergi ke pasar untuk membeli daging ayam atau ikan pindang sebagai menu makanan Mince dan Garong.
Baca juga: Kesetiaan Adalah Ketabahan Menunggu – Cerpen Erwin Setia (Media Indonesia, 28 Oktober 2018)
Seringkali aku mendapati Ibu mengomel karenanya. “Gimana sih, lha wong tuannya saja ndak makan ikan, ini kucing-kucing setiap hari malah diberi makan daging!”
Tapi, bapak memang tak lagi benar-benar mendengarkan ibu. Sungguh, lama kelamaan bapak seperti orang aneh.
“Kenapa jadi begitu ya, Bu?” tanyaku lagi pada ibu di suatu sore, mendapati tingkah Bapak yang semakin menjadi-jadi. Mata ibu pun berkaca-kaca. Tak lama ia mengakui bahwa memang dulu, mereka pernah berjanji untuk menghabiskan masa pensiun bapak di Pulau Jawa. Tapi lagi-lagi, dikarenakan satu dan lain hal, tak mungkin Ibu menjual rumah kami ini.
Baca juga: Musuh Bebuyutan – Cerpen Agus Salim (Media Indonesia, 14 Oktober 2018)
“Bagaimana nanti? Apa kata paman-pamanmu, kalau tahu kita akan menjual rumah ini? Bukankah wasiat dari kakekmu dulu sebelum meninggal ia melarang untuk menjual rumah ini? Itu yang selalu saja menjadi pikiran ibu, bukannya ibu tidak nurut bapakmu,” pungkasnya.
Aku pun tercenung. Hari ke hari aku berpikir bagaimana caranya agar semua bisa kembali normal. Namun, pada suatu pagi setelah bulan ke bulan berganti, sekonyong-konyong, aku dikejutkan oleh panggilan ibu. Ia tengah mengintip ke dalam kamarnya dan bapak lewat celah pintu yang tak terkunci. “Itu, lihat kelakuan bapakmu! Makin hari makin stres saja!” bisik ibu.