“Fred?” tanyamu tidak mengerti.
“Fred, laki-laki yang ingin menikahi saya.”
Kemudian ia bercerita tentang masa lalunya. Tentang masa remaja yang senantiasa diselimuti rasa takut. Hidup dengan seorang laki-laki pemabuk dan ibu yang tidak mampu berbuat banyak, perempuan paruh baya itu mengaku bahwa dirinya pernah mengalami peristiwa yang sangat tidak mengenakkan tiga puluh lima tahun silam. Ia diperkosa ayah tirinya ketika ibunya meringkuk kedinginan karena demam. Selain itu, ia dan ibunya seringkali menerima perlakuan kasar ayah tirinya yang pemabuk itu. Perempuan paruh baya terus bercerita sambil bergerak maju dan berhenti setelah para petugas memberikan aba-aba.
Baca juga: Petang di Taman – Cerpen Iin Farliani (Padang Ekspres, 14 Oktober 2018)
“Taman itu adalah anugerah,” perempuan paruh baya kelihatan semringah. “Saya bisa menjalin hubungan serius dengan seseorang, setelah kenangan buruk itu terhapus dari kepala saya,” perempuan paruh baya lantas melebarkan senyum.
“Dengan Fred tentu saja.”
“Ya, engkau benar, dengan Fred tentu saja.”
Baca juga: Tiomina – Cerpen Jeli Manalu (Padang Ekspres, 07 Oktober 2018)
Engkau semakin mendekati pintu masuk. Jarak antara kau dan pintu masuk taman kini terpaut belasan meter saja. Engkau melihat petugas-petugas itu berdiri di sekitar pintu masuk, dan sebagiannya lagi wara-wiri mengelilingi sisi luar—mengawasi pagar supaya tak ada lagi yang coba-coba masuk dengan cara memanjatnya. Engkau tertawa sejenak—menganggap semua yang mereka lakukan ini adalah sesuatu yang lucu. Betapa pedulinya mereka dengan taman itu sekarang. Padahal, dulu, taman itu biasa terabaikan—engkau bahkan pernah mengeluhkan taman itu semakin jorok saja, ketika kau melintasi taman dan menghirup aroma pesing bertebaran di pinggir-pinggir taman. “Tapi, lihat sekarang, betapa mereka sangat menjaga taman,” gumammu pelan. Bahkan, mereka membuatkan pagar, mengatur para pengunjung—di pintu mana mereka harus masuk dan ke pintu mana mereka harus keluar, serta berapa lama jatah mereka berada di dalam sana—, dan para petugas itu juga telah menyediakan sebuah kotak besar terbuat dari kaca tebal dan bertuliskan: SUMBANGAN UNTUK TAMAN.