Meraih Bintang

“Dina benar-benar ingin menjadi dokter. Sejak kecil Dina selalu menuruti perkataan Ayah dan Ibu. Tolong kali ini yahh,” mohon Dina dengan mata yang berkaca-kaca.

“Sudah ikuti saja apa kata ayah. Ayah tidak mau melihatmu menyesal. Lebih baik turuti perkataan ayah,” balas Ayah.

“Ayahmu benar, Dina,” jawab Ibu.

“Tapi yah…” ucap Dina yang kemudian dipotong Ayahnya

“Sudah kamu ikuti saja perkataan ayah daripada kamu akan menyesal nanti,” ucap Ayah dengan nada tinggi sembari meninggalkan Dina.

Dina pun kemudian berlari kearah kamarnya. Dibukanya pintu kamar, lalu membantingnya dengan sangat keras. Gema suara hantaman pintu sangat jelas terdengar diseisi rumah. Ia menjatuhkan tubuhnya di kasur sembari menangis dengan sejadi-jadinya. Jantungnya memacu bak genderang perang saat di medan perang. Dina kemudian berdoa agar kedua orang tuanya mengizinkannya menjadi dokter. Dina mengurung dirinya di kamar setiap hari bagai beruang yang sedang berhibernasi di kutub. Ibu Dina tidak tega melihat anaknya yang mengurung diri di kamar setiap hari kemudian ia membujuk suaminya agar dapat mengizinkan anaknya menjadi seorang dokter. Ibu Dina kemudin mengajak Dina untuk membicarakan lagi mengenai keputusannya.

“Apakah kamu yakin dengan keputusanmu, Nak?” tanya ayah degan halus.

“Iya yah tapi kalau ayah dan ibu tidak mengizinkan aku akan mencoba untuk mengikhlaskannya,” ucap Dina dengan menundukkan wajah sembari menundukkan wajah.

“Baiklah ayah dan ibu sepakat membolehkanmu meraih cita-citamu,” jawab Ayah.

“Alhamdulillah. Terimakasih ayah dan ibu. Dina sayang banget sama ayah dan ibu. Dina janji akan menjadi orang yang sukses dan akan membuat kalian bangga,” ucap Dina sembari memeuk orang tuanya.

“Iya, Nak,” tutur kedua orang tua Dina.

Setelah kedua orangtua Dina mengizinkannya untuk menjadi dokter. Dina kemudian mendaftar di kedokteran UI. Setiap sore, dia bekerja sebagai kasir di kedai kopi sebagai pekerjaan sampingannya untuk meringankan biaya kuliah. Dina juga membuat usaha sebagai reseller kerudung. Saat berkuliah, Dina selalu giat belajar agar dapat membanggakan kedua orangtuanya. Selain itu, ia tetap berdoa kepada Tuhan agar diberi kemudahan dalam menjalankan sesuatu. Setelah beberapa tahun kemudian, Dina pun lulus dengan nilai yang tinggi sehigga banyak rumah sakit yang megincar Dina agar menjadi dokter di rumah sakitnya. Setelah ia lulus, kedua orangtuanya sangat bangga dengannya.

Arsip Cerpen di Indonesia