Perempuan, Tapi Bandel

Anak ini juga nekat. Nekat kabur dari rumah. Katanya kabur dari rumah adalah sebuah refresing di hidupnya, dan satu lagi mantan di mana-mana. Setahun telah berlalu akhirnya kami duduk di kelas XI karena kami sebelumnya dekat banget yang tak bisa dipisahkan. Ke mana-mana selalu bersama. Wali kelas memutuskan kami sekelas lagi. Nama kami tercantum di kelas XI IPS 3. Di situlah kami memulai cerita baru dan mengenal teman baru.

Entah dari segi dan sudut mana kami bisa bersatu, bersatu menjadi teman sejati. Semuanya menyenangkan, tiada hari tanpa tawa dia antara aku, Angel dan Okta. Segala yang menyedihkan kami jadikan hal yang lucu.

Pagi itu aku terbangun dari mimpiku. Aku mengubah posisiku menjadi duduk menghela nafas panjang dan dan memandang jendela di sebelah kiri ranjang. Matahari sudah mulai memeluk bumi dengan kehangatannya. Burung-burung berterbangan sembari menikmati sejuknya udara pagi. Aku segera bergegas mengambil handuk, mandi dan segera berangkat ke ke sekolah.

Kring kring bel masuk pun berbunyi menandakan jam pertama akan segera dimulai

“Lala, kamu udah buat PR akuntansi?” tanya Angel.

“Udah,”

“Pinjam dong, tadi malam aku nonton drakor. Filmnya bagus banget, jadi nggak sempat deh ngerjain pr-nya.”

“Hidup kamu dihiasi drakor melulu sih, sampai-sampai tugas sekolah aja lupa ngerjain,” sahutku.

“Iya, baru sekali ini kok aku lupa. Janji, besok nggak bakalan aku ulangin lagi. Mana pr-nya keburu ibuk masuk nih,” katanya sembari memindahkan buku pr-ku ke mejanya.

“Hai, selamat pagi, Guys,” kata Okta sambil meletakan tas di bangkunya.

“Woi, kamu udah ngerjain pr belum?” sahut Angel.

Memaksa tampak sok cantik, Okta menjawab, “Udah dong, kamu aja kali yang pemalas.”

“Woi, aku ada gosip nih,” kata Okta

“Apa?” tanyaku serentak dengan Angel. Angel terus melanjutkan pr sambil mendengar gosip dari Okta.

Arsip Cerpen di Indonesia