Narni mandi dan salat magrib. Sambil menunggu giliran, si Sulung memanaskan makanan. Adiknya menyiapkan piring dan gelas di atas meja makan. Pelukis kita kadang duduk menonton berita. Kadang tetap di ruang studionya, mengembuskan asap rokok sambil mematut-matut lukisan yang belum sempurna.
Istri Pelukis kita tidak lagi cerewet, anak-anak tidak lagi gaduh, Pelukis Kita juga diam saja.
Dulu tentu tidak begitu keadaannya. Nanti juga belum tentu akan terus begitu. Namun, Pelukis Kita, yang tidak diketahui namanya, Narni dan dua anak laki-laki mereka, menyimpan azimat di hati masing-masing, entah apa.
Kuranji, 29/9/2018