Seni Menangkap Ikan

Aku melihat perempuan itu menangkap ikan seperti orang berpuisi, atau barangkali seperti aktor yang sedang memainkan peran di atas panggung teater: pelan, penuh penghayatan. Sampai aku tertegun melihatnya.

“Berilah sentuhan seni terakhir untuk hidupnya. Ikan sudah mengerti, ia hidup untuk dinikmati manusia. Tangkaplah ia dengan seni, agar detik terakhir hidupnya ia rasakan dengan nikmat pula, seperti yang kita rasakan saat memakannya.” Kata perempuan itu, sambil memberikan ikan yang ditangkapnya padaku. ***

 

Khairul Fatah, kelahiran Sumenep, 1 Febmari 1998. Aktif di Lesehan Sastra Kutub Yogyakarta (LSKY) dan Kelas Menulis Cerpen Kutub (KMCK). Cerpennya pernah dimuat diberbagai media. Sekarang tinggal di PPM Hasyim Asyari Yogyakarta.

Arsip Cerpen di Indonesia