Lelaki yang Menjelma Sinterklas

Mandara, Ayah Alira, sebenarnya juga rindu kepada anak gadisnya itu. Tapi, tidak tahu cara mengungkapnya sebab sekarang dia menetap di tempat yang jauh, sangat jauh, yang tak mampu dijangkau mata manusia. Dulu, dia pergi meninggalkan Manisa karena pesawat yang ditumpanginya memilih laut sebagai landasan, lalu meledak, dan laut kemudian berubah menjadi kuburan massal bagi semua awak pesawat. Waktu itu, Alira masih berumur tiga bulan.

Manisa tidak pernah bercerita tentang peristiwa itu kepada Alira. Dia tidak memiliki kekuatan untuk menceritakannya.

Meski ditinggalkan waktu masih bayi, pada akhirnya Alira tahu siapa ayahnya. Itu karena Manisa masih memajang foto Mandara di dinding, di album foto, dan di atas meja kamar Manisa. Suatu waktu, karena rindu berat kepada sang ayah, Alira bertanya kepada Manisa, “Bu, kapan Ayah pulang?”

Baca juga: Kepergian Bapak – Cerpen Anggi Nugraha (Media Indonesia, 18 November 2018)

Manisa menjawab, “Hanya Tuhan yang tahu jawabannya, Lira.”

Alira bertanya seperti itu karena Manisa dulu pernah berkata, kalau Mandara sedang pergi ke sebuah tempat yang jauh, tempat indah yang hanya ada di langit. Tentu saja waktu itu Alira tidak mengerti tempat apa itu sebenarnya. Dia hanya tahu ayahnya pergi ke sebuah tempat yang jauh dan tak pulang-pulang. Lalu, di lain waktu, dengan sikap khusyuk, sambil bersimpuh di atas kasur, Alira bertanya kepada Tuhan:

“Tuhan, kapan Ayah pulang?”

Dia sangat berharap Tuhan mau menjawabnya sehingga dia mengulang sampai tiga pertanyaan itu. Lalu, ada suara menggema di telinganya, berkata, “Ayahmu pasti pulang jika tiba waktunya, Lira.”

Baca juga: Ketika Kucingmu Pergi Sebentar – Cerpen Alpha Hambally (Media Indonesia, 11 November 2018)

Dia pun senang bukan kepalang dengan jawaban yang dianggapnya berasal dari Tuhan itu.

Sampai jalanan di luar sana sepi dari kebisingan, Alira tetap terpaku pada tong sampah. Dia mulai teringat pada jawaban yang dia anggap datang dari Tuhan tempo hari. Dia tahu, besok Natal akan dirayakan kembali. Alira juga tahu Sinterklas, yang dia anggap sebagai pesuruh Tuhan, akan turun ke bumi untuk memberi hadiah kepada anak-anak. Hari Raya Natal kemarin, Alira mendapatkan hadiah boneka Panda yang besar. Hadiah itu dia anggap pemberian Sinterklas. Padahal, Manisa yang meletakkannya diam-diam di kursi belajar waktu Alira tidur.

Arsip Cerpen di Indonesia